Kompas.com - 25/09/2019, 11:30 WIB
Kabut asap akibat karhutla sudah cukup berkurang dan cuaca mulai cerah di wilayah Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (24/9/2019) siang. KOMPAS.COM/IDONKabut asap akibat karhutla sudah cukup berkurang dan cuaca mulai cerah di wilayah Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (24/9/2019) siang.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur sejumlah wilayah di Riau, Rabu (25/4/2019).

Hujan sejak Rabu dini hari berlanjut hingga pukul 10.30 WIB.

Hujan menyebabkan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat jauh berkurang.

Terpantau di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, kabut asap jauh berkurang dibandingkan dari hari-hari sebelumnya.

Baca juga: Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

UPDATE: Kompas.com menggalang dana untuk para korban kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Sumbangkan sedikit rezeki Anda untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama untuk pembelian masker dan kebutuhan lainnya yang perlu. Klik di sini untuk donasi.

Cuaca cerah mulai terlihat setelah hujan pada Senin, dua hari sebelumnya.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam 2 hari terakhir, beberapa kali hujan cukup deras membasahi sejumlah wilayah Bumi Lancang Kuning ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprediksi, ada sepuluh wilayah yang berpotensi hujan.

"Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir di sebagian wilayah Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kota Dumai, Kepulauan Meranti, dan Bengkalis," kata Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Ahmad Agus Widodo dalam keterangan tertulis, Rabu.

Menurut Agus, kondisi ini dapat berlangsung hingga pukul 11.30 WIB.

Terdapat 152 titik panas

Meski sejumlah wilayah sudah terjadi hujan, titik panas atau hotspot masih banyak ditemukan di Riau.

BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi 152 titik panas, yang tersebar di sejumlah wilayah di Riau.

"Pantauan satelit kita pukul 07.00 WIB, titik panas paling banyak di Rokan Hilir 76 titik, Bengkalis 31 titik, Dumai 26 titik, Inhil 8 titik, Kepulauan Meranti 5 titik, Pelalawan 5 titik dan Siak 1 titik," kata Agus.

Sedangkan, titik panas dengan rentang di atas 70 persen, terdapat 25 titik di Bengkalis, 47 titik di Rohil, 17 titik di Dumai, 4 titik di Kepulauan Meranti, 4 titik di Pelalawan dan 3 titik di Inhil.

Untuk di wilayah Sumatera, sebut Ahmad, titik panas terdeteksi 245 titik, dengan confidence di atas 50 persen.

Provinsi Riau berada di peringkat pertama, yakni 152 titik.

Kemudian Sumsel 32 titik, Lampung 26 titik, Jambi 27 titik, Sumut dan Kepri sama-sama 3 titik dan Bengkulu 2 titik.

Sebagaimana diketahui, selama dua pekan terakhir, kabut asap menyelimuti wilayah Riau.

Kualitas udara sudah mencapi level berbahaya.

Kabut asap sudah banyak berdampak terhadap kesehatan. Tak sedikit warga yang terserang sesak napas, batuk, iritasi mata, pusing dan muntah-muntah.

Untuk menanggulangi bencana asap, Tim Satgas Karhutla Riau terus berupaya memadamkan api di lahan gambut.

Namun, asap di Riau tidak hanya akibat karhutla di Riau sendiri, tetapi asap kiriman dari karhutla di Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel).

UPDATE: Kompas.com menggalang dana untuk para korban kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Sumbangkan sedikit rezeki Anda untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama untuk pembelian masker dan kebutuhan lainnya yang perlu. Klik di sini untuk donasi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.