Cuaca Buruk Hambat Pencarian Pesawat Hilang di Papua

Kompas.com - 20/09/2019, 11:21 WIB
Tim SAR gabungan tengah bersiap melakukan pencarian pesawat hilang, Jumat (20/9/2019) KOMPAS.com/IRSUL PANCA ADITRATim SAR gabungan tengah bersiap melakukan pencarian pesawat hilang, Jumat (20/9/2019)

TIMIKA, KOMPAS.com - Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian pesawat Twin Otter DHC6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC, yang hilang kontak di Papua, Jumat (20/9/2019).

Pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan sejak pukul 05.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT belum juga menemukan titik keberadaan pesawat milik PT Carpediem Aviasi Mandiri.

Proses pencarian maskapai Rimbun Air yang hilang kontak sejak Rabu (18/9/2019) lalu, terhambat karena cuaca buruk.

"Sudah empat kali sorti penerbangan, tapi belum ditemukan titik pesawat, karena cuaca buruk," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika Monce Brury, Jumat siang.

Baca juga: Lokasi Pencarian Pesawat Hilang di Papua Diperluas, Tim Cari Tahu Informasi soal Kru

Fokus pencarian pesawat dilakukan di titik pesawat terakhir melaporkan posisi.

Adapun, posisi terakhir yang terdeteksi berada pada ketinggian 14.200 kaki di kawasan tebing pegunungan.

Melihat dari posisi tersebut, diduga pesawat mengalami insiden di lokasi 15 mile dari Ilaga, Kabupaten Puncak, atau sekitar 42,5 mile dari Timika, Kabupaten Mimika.

"Kami masih fokus ke titik terakhir pesawat lost contact," kata Monce.

Sebelumnya, pesawat perintis jenis Twin Otter DHC6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC dari Timika, Kabupaten Mimika tujuan Ilaga, Kabupaten Puncak, hilang kontak, Rabu (18/9/2019).

Pesawat milik PT Carpediem Aviasi Mandiri bertolak dari Bandara Mozes Kilangin Timika pukul 10.31 WIT.

Seharusnya pesawat sudah mendarat di Bandara Ilaga, Puncak pukul 11.09 WIT.

Namun, hingga saat ini keberadaan pesawat belum diketahui.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X