Monyet Terkecil Dunia Asal Hutan Amazon Dicegat Petugas

Kompas.com - 17/09/2019, 16:05 WIB
Seekor monyet terkecil dunia asal Amerika Selatan ditahan petugas karantina di Pangkal Pinang. Balai Karantina Pangkal Pinang.Seekor monyet terkecil dunia asal Amerika Selatan ditahan petugas karantina di Pangkal Pinang.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Seekor monyet langka asal hutan Amazon, Amerika Selatan dicegat petugas saat hendak diselundupkan ke Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Primata jenis Cotton Top-Tamarin itu dibawa dari Jakarta menuju Pangkal Pinang menggunakan kapal laut.

" Monyet terkecil di dunia asli Amerika Selatan," kata Kasie Karantina Hewan Balai Karantina Pangkal Pinang, Akhir Santoso kepada Kompas.com, Selasa (17/9/2019).

Hewan mungil jantan itu diperkirakan berumur 2 tahun dengan berat 500 gram.


Baca juga: Agar Dagangan Tak Dijarah Monyet, Pedagang Simpan Boneka Anjing di Depan Warung

Dia menuturkan, petugas menemukan monyet berwarna hitam dan putih itu dalam kotak kayu saat dilakukan pemeriksaan di KM Srikandi yang bersandar di Pelabuhan Pangkalbalam, Senin (16/9/2019).

"Tidak ada dokumen kesehatan dan asal usulnya," ujar dia.

Karena termasuk hewan liar, petugas kemudian melakukan pengasingan dan penahanan serta berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA).

Keberadaan hewan liar itu dikhawatirkan membawa wabah yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem daerah penerima.

"Pemiliknya saat ini masih dimintai keterangan. Harus ada dokumen jika hewan ini legal dan sehat," ucapnya.

Baca juga: Satwa Langka Diselundupkan ke Luar Negeri Menggunakan Tas Sekolah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

4 Pembunuh Korban Penculikan di Surabaya Ditangkap, 2 Masih Buron

Regional
ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

ASN Pemkot Padang Terjaring OTT Saber Pungli Terkait Pengurusan BPHTB

Regional
Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Fakta Dua Nenek Kakak-Beradik yang Setia Tingal Bersama, Buta dan Jual Barang untuk Makan

Regional
Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla di OKI, Lokasi Sangat Jauh dan Motor Digotong Seberangi Kanal

Regional
Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Kronologi Pasutri di Cianjur Tewas Digigit Ular Menurut Warga

Regional
7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X