Bupati Sumedang Dorong Pembangunan 4 SD Terdampak Proyek Tol Cisumdawu

Kompas.com - 16/09/2019, 15:39 WIB
Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRTol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)

SUMEDANG, KOMPAS.com - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mendorong Satker Tol Cisumdawu (Cileunyi, Sumedang, Dawuan), Jawa Barat segera membangun 4 sekolah dasar yang terdampak proyek tol.

Diketahui, empat bangunan sekolah dasar (SD) terdampak proyek jalan tol tersebut belum direlokasi.

Adapun, keempat SD terdampak tol di wilayah Kabupaten Sumedang yaitu SDN Cijolang di Kecamatan Tanjungsari; SDN Sukawening, SDN Sukamulya, Desa Sirnamulya, Kecamatan Sumedang Utara; dan SDN Sukalerang di Kecamatan Cimalaka.

Belum direlokasinya empat sekolah dasar tersebut membuat pihak sekolah, pelajar hingga orang tua siswa khawatir.

Baca juga: Video Mesum Sumedang Disebar karena Pemeran Wanita Tak Mau Jadi Istri Kedua

Dony mengatakan, pihaknya sejauh ini telah berupaya untuk mendorong agar pihak Satker Tol Cisumdawu segera membangun sekolah pengganti tersebut.

Sebab, kata Dony, kewenangan untuk membangun bangunan pengganti untuk sekolah yang terdampak Tol Cisumdawu.

"Kami terus menerus srnantiasa komunikasi dengan Satker untuk segera dibangun. Bahkan, untuk percepatan, bagi sekolah yang belum ada lahannya (SDN Cijolang, Tanjungsari), tanah dibeli oleh Pemkab sumedang," ujarnya kepada Kompas.com usai meresmikan Mall Pelayanan Publik di kompleks Gedung Negara, Sumedang, Jawa Barat, Senin (16/9/2019).

Baca juga: Warga Terdampak Waduk Jatigede Sumedang Ancam Blokade Jalan Nasional dan Bawa Lebih Banyak Massa

Dony menuturkan, selain terus berkomunikasi dengan pihak Satker Tol, pihaknya juga berupaya dengan berkirim surat kepada pihak terkait dan kementerian agar pembangunannya dipercepat.

"Kami berharap dibangun secepatnya agar tidak mengganggu aktivitas belajar. Kan tidak baik juga belajar di tengah kondisi sekitar yang bising dengan pembangunan proyek tol," sebutnya.

Dony menambahkan, khusus untuk SDN Cijolang di Kecamatan Tanjungsari, Pemkab Sumedang telah menyarankan agar aktivtas belajar mengajar dipindahkan sementara ke sekolah lain.

Sebab, kondisi di sekitar lokasi SDN Cijolang sudah dikelilingi proyek pembangunan Tol Cisumdawu sehingga sudah tidak layak digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.

"Untuk SD Cijolang sudah diminta untuk aktivitas KBM pindah sementara ke sekolah lain. Tetapi orang tua siswa di sana menolak karena lokasinya jauh, tidak sedekat dengan lokasi sekolah saat ini. Untuk itu kami minta agar Satker segera membangun sekolah pengganti," katanya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X