Mahfud MD Minta Masyarakat Jangan 'Under Estimate' Dulu ke Firli Cs...

Kompas.com - 15/09/2019, 20:58 WIB
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD selepas bertemu sejumlah tokoh agama di kawasan Kalibata, Rabu (10/7/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKetua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD selepas bertemu sejumlah tokoh agama di kawasan Kalibata, Rabu (10/7/2019).

YOGYAKRTA,KOMPAS.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta masyarakat jangan langsung under estimate terhadap lima komisioner KPK terpilih periode 2019-2023.

"Jadi begini, saudara jangan under estimate dulu," ujar Mahfud MD saat dijumpai di Yogyakarta, Minggu (15/09/2019).

Berkaca ketika pada saat DPR RI memilih komisioner KPK periode 2015-2019, banyak pihak yang protes terhadap formasinya.

Sejumlah pihak menilai bahwa Agus Rahardjo, Saut Situmorang, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata dan Laode M Syarif bukan sosok baik dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Baca juga: Mahfud MD: Presiden Perlu Panggil Pimpinan KPK untuk Diskusi

Namun ternyata dalam perjalananya, Agus Rahardjo cs mampu memimpin KPK. Kinerja mereka dalam pemberantasan korupsi juga terbilang mumpuni.

"Saudara masih ingat, ketika dipilih orang bilang semua jelek, KPK akan hancur dibawah orang ini. Ternyata bagus kinerjanya, ya sekurang-kurangnya tidak mengecewakan," lanjut Mahfud.

Mahfud mengatakan, salah satu faktor penting dalam mendorong kinerja pimpinanan KPK adalah lingkungan. Salah satunya dorongan dari masyarakat terhadap kinerja pimpinan lembaga antirasuah itu.

"Mungkin yang begini belum tentu begitu. Karena apa yang mendorong bagus tidak bagus itu lingkungan. Kalau kita masyarakat mendorong mereka berbuat bagus, ya bagus," kata Mahfud.

Baca juga: Kritik Bagi Pimpinan KPK yang Tak Lagi Seirama...

Ia sekaligus mengingatkan bahwa yang berhak menentukan lima komisioner KPK adalah DPR RI. Apabila lima pimpinan baru KPK sudah terpilih dan masyarakat tidak puas, ia pun menyarankan untuk mendorong pemberantasan korupsi dengan jalan lain.

"Ini sudah jadi. Saya, saudara enggak ikut milih. Kalau ikut milih mungkin enggak milih mereka, tapi yang berwenang memilih sudah memilih mereka," ujar Mahfud.

"Cara hidup bernegara begitu ya sudah, mau apa? Kita kan tidak boleh karena tidak cocok, lalu 'nyempal', ini kan negara kita, ya perbaiki," lanjut dia.

Baca juga: Presiden Punya Gagasan Apa setelah Pimpinan KPK Menyerahkan Mandat?

Saat ditanya apakah mengenal masing-masing pimpinan KPK, Mahfud mengaku hanya mengetahuinya saja karena pernah beberapa kali bertemu. Namun ia tidak mengenalnya secara komprehensif.

"Saya pernah bertemu dengan Firli, kesan saya baik, sopan. Tapi kasus-kasus lain saya tidak tahu, karena saya tidak mengkuti," ujar Mahfud.

"Bagus itu (Nurul Gufron) bisa diharapkan. Ada Pintauli juga bagus," lanjut dia.

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Dikeroyok Warga hingga Tewas Setelah Dituduh Curi Helm, Polisi Sebut Ada Pidana Baru

Regional
Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Mengungkap Fakta Pelajar SMA Hilang dan Ditemukan Jadi Tengkorak, Dibunuh Sopir Angkot hingga Dibuang ke Sungai

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Regional
Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Cerita di Balik Sukiyah, Hidup Seorang Diri dengan Berteman Gelap hingga Rambut Jadi Sarang Tikus

Regional
Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Regional
Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Bantu Pemkot Malang Upayakan Perbaikan

Regional
Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Regional
Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

Regional
Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Regional
Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Regional
KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

Regional
Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Regional
Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X