Uang Pemprov Sumut Hilang Rp 1,6 Miliar, PDI Perjuangan Anggap Ada yang Janggal

Kompas.com - 13/09/2019, 19:27 WIB
Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan, banyak kejanggalan dalam kronologis hilangnya uang honor sebanyak Rp1,6 miliar milik Pemerintah Provinsi Sumut, Jumat (13/9/2019) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIWakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengatakan, banyak kejanggalan dalam kronologis hilangnya uang honor sebanyak Rp1,6 miliar milik Pemerintah Provinsi Sumut, Jumat (13/9/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Hilangnya uang honor sebanyak Rp 1,6 miliar milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di dalam mobil parkir yang parkir di halaman kantor gubernur pada Senin (9/9/2019) sore, sampai hari ini masih menjadi misteri.

Banyak tudingan liar, mulai uang sudah hilang sebelum mobil diparkir, sampai uang digunakan untuk membayar para anggota dewan yang mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2019. 

Pasalnya, sidang paripurna pengambilan keputusan bersama DPRD dengan Gubernur Sumut terhadap Rancangan APBD-P 2019 tersebut, sudah dua kali gagal.

Sampai-sampai, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman disomasi tiga organisasi masyarakat.

Baca juga: Raibnya Uang Rp 1,6 Miliar Masih Misteri, Polrestabes Medan Bentuk Tim Khusus

Lepas Magrib pada Senin (9/9/2019), setelah melewati perdebatan yang alot, akhirnya DPRD Sumut mengesahkan APBD 2019 menjadi peraturan daerah.

Sekaligus menyetujui Ranperda tentang R-APBD Sumut Tahun Anggaran 2020 dan Ranperda tentang Pencabutan Perda Provinsi Sumut Nomor 14 Tahun 2007 tentang Pengendalian Kelebihan Muatan Angkutan Barang.

Selasa (10/9/2019) pagi, kabar soal hilangnya uang sudah merebak ke mana-mana.

Selasa petang, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumut Raja Indra Saleh bersama Kepala Bagian Humas Biro Humas dan Keprotokolan Sekdaprov Sumut Muhammad Ikhsan menggelar dalam konferensi pers mendadak.

Keduanya membacakan kronologis kehilangan uang dan pelit bicara saat ditanyai secara detail. 

Baca juga: Kekecewaan Wagub Sumut soal Uang Rp 1,6 Miliar yang Hilang di Parkiran

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan kepada Kompas.com mengatakan, banyak kejanggalan dalam kronologi yang disampaikan.

Dia juga mempertanyakan mengapa uang diambil berbarengan dengan rapat paripurna. Fraksi PDI Perjuangan adalah fraksi yang menolak mengesahkan APBD 2019, dan saat sidang terakhir memilih walk out

Kejanggalan pertama, uang sebanyak itu diambil tunai sementara sekarang ini hampir seluruh transaksi dan pembayaran dilakukan elektronik.

Kedua, klarifikasi yang dilakukan pihak Pemprov Sumut begitu lambat padahal punya biro humas.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X