Ditangkap, Komplotan Residivis Pemeras yang Mengaku Polisi di Bandung

Kompas.com - 11/09/2019, 17:17 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi meringkus komplotan residivis pencurian dengan kekerasan (curas) yang kerap melakukan pemerasan dan penganiayaan dengan modus mengaku anggota kepolisian.

Para pelaku ini tak segan menganiaya hingga melukai korbannya jika tidak mau memberikan uang ataupun barang berharganya.

Kapolsek Sumur Bandung Kompol Ari Purwantono mengatakan, komplotan residivis curas ini diungkap setelah anggota Unit Reserse Kriminal Polsek Sumur Bandung menangkap salah satu tersangka IH alias Bobby pada Kamis, 22 Agustus 2019 lalu di kediaman pamannya di Kabupaten Garut.

"Tersangka ini residivis," katanya saat merilis pengungkapan pelaku curas di Mapolsek Sumur Bandung, Rabu (11/9/2019).

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Pemuda Pemeras Sopir Bus di Jalur Mudik Garut

Penjahat kambuhan yang telah lima kali masuk penjara ini ternyata salah satu komplotan residivis pemeras.

Setelah melakukan pemeriksaan, polisi mendapatkan identitas residivis lainnya yang ternyata satu komplotan dengan tersangka.

Polisi kemudian melakukan pengembangan sampai akhirnya menangkap tersangka residivis lain, yakni  JI alias Kevin (24) asal Palembang, EET alias Eli (18) asal Palembang, dan AH alias Egi alias Boy (23) asal Cianjur.

"Setelah keluar penjara mereka berkomplot lakukan pemerasan dan penganiayaan," katanya.

Ada pun modus yang biasa digunakan para tersangka ini mengaku sebagai anggota kepolisian.

"Tersangka mengaku anggota reserse narkoba," katanya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Regional
Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X