KILAS DAERAH

Sekoper Cinta, Cara Pemdaprov Jabar Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan

Kompas.com - 09/09/2019, 18:01 WIB
Acara peluncuran program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta) di Kota Cirebon, Jawa Barat Dok. Humas Pemdaprov Jawa BaratAcara peluncuran program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta) di Kota Cirebon, Jawa Barat

KOMPAS.com – Untuk mendorong perempuan menjadi lebih mandiri, berani, namun tidak meninggalkan kodrat sebagai istri dan ibu, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) menggagas program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta).

Program yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar itu menjadi solusi dan langkah preventif untuk masalah kekerasan, eksploitasi, serta diskriminasi cukup tinggi terhadap perempuan.

"Khususnya di perdesaan, perempuan masih kurang paham terhadap siapa dirinya, kebermanfaatannya, peluang apa di sekitarnya, bahkan terhadap tingkat pendidikan anak dan keluarganya," ucap Ketua DP3AKB Poppy Sophia Bakur.

Dia menjelaskan, Sekoper Cinta merupakan wadah bagi perempuan dalam melakukan interaksi, komunikasi, bertukar pengetahuan, dan pengalaman. Program ini juga menjadi wadah untuk mengenali kebutuhan juga kepentingan perempuan terkait upaya peningkatan kualitas hidup.

Baca juga: Kisah Peneliti di Jawa Barat Selamatkan Pantai dengan Sabut Kelapa

"Dari mulai pemahaman siapa dirinya, bagaimana mendidik anak, hingga bagaimana dia punya peluang untuk membantu dari sisi ekonomi. Jadi targetnya itu mewujudkan perempuan tahu potensi, hebat, mandiri, dan berdikari," tegas Poppy.

Selain itu, Sekoper Cinta juga berfungsi guna mencegah masalah perceraian, pernikahan dini, perdagangan orang, kekurangan gizi, hingga pendidikan rendah.

"Karena lulusan Sekoper Cinta ini, tanpa paksaan dan atas kesadaran sendiri, harus berupaya untuk menghindari perceraian, dia akan membantu menumbuhkembangkan anak agar meminimalisir kasus stunting," kata Poppy.

Menurut Poppy, para lulusannya juga tidak mengizinkan anaknya, yang belum berusia 18 tahun bekerja, meski dengan iming-iming gaji besar. Karena, kata dia, itulah cikal bakal terjadinya perdagangan manusia.

Baca juga: Angkat Potensi Desa Lewat Sapa Warga, RW di Jabar Akan Dapat Smartphone

"Dia juga harus berjanji bahwa anak-anaknya menyelesaikan wajib belajar 12 tahun sampai SMA, atau kurang lebih sampai usia anak 18 tahun," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (9/9/2019).

Ribuan lulusan

Sejak diluncurkan Desember 2018 hingga saat ini, program itu telah memiliki 2.700 lulusan, yang berasal dari 100 desa di 27 kota/kabupaten se-Jabar. Wisudanya akan digelar pada Oktober 2019.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Regional
2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

Regional
Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Regional
Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Regional
Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Regional
Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Regional
Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Regional
Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X