Beraksi di Konser Musik, Komplotan Pencopet Modus Nyalakan Petasan Ditangkap Polisi

Kompas.com - 07/09/2019, 13:18 WIB
Kepolisain Resor Ngawi berhasil menggulung komplotan pencopet yang menggunakan petasan saat beraksi di konser music di Alun ALun  Ngawi Jumat (06/09) malam. KOMPAS.COM/SUKOCOKepolisain Resor Ngawi berhasil menggulung komplotan pencopet yang menggunakan petasan saat beraksi di konser music di Alun ALun Ngawi Jumat (06/09) malam.

NGAWI, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Ngawi, Jawa Timur, menangkap komplotan pencopet dari Suranaya yang beraksi di konser musik di alun-alun Ngawi, Jumat (6/9/2019) kemarin.

Lima orang ditangkap, yakni Rizal, Daud, Abdul Rohman, Joko, dan Erik Susanto. Sementara seorang pelaku lain, Wawan, melarikan diri.

Kapolres Ngawi Pranatal Hutajulu mengatakan, modus mereka dengan menyalakan petasan untuk mengalihkan perhatian korban penonton konser.

“Mereka pura-pura melihat konser, selanjutnya tersangka Wawan menyalakan petasan untuk mengalihkan perhatian penonton,” ujarnya di Polres Ngawi, Sabtu (7/09/2019).

Setelah situasi kacau, tersangka Rizal dan Daud mendorong-dorong penonton.

Di tengah kerumunan, dua tersangka lainnya, yakni Abdul Rohman dan Joko beraksi mengambil ponsel dari saku para korban.

“Setelah mendapat HP mereka serahkan ke Erik Susanto untuk disimpan di tas yang sudah mereka siapkan,” kata Pranatal.

Komplotan pencopet tersebut ditangkap polisi pada Jumat pukul 23.00 WIB, tak jauh dari lokasi konser.

Dari mereka, polisi menyita tujuh ponsel hasil mencopet, satu unit mobil, sebuah tas untuk menyimpan  ponsel serta delapan petasan kretek.

Polisi menjerat para pelaku dengan pasal 363 ayat 1 KUHP  dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Regional
Kapolsek di Sulut Sampai Ikut Makamkan Pasien Reaktif Rapid Test yang Ditolak Warga

Kapolsek di Sulut Sampai Ikut Makamkan Pasien Reaktif Rapid Test yang Ditolak Warga

Regional
Warga Papua Nugini Diduga Dalang Kaburnya 14 Tahanan di Polresta Jayapura

Warga Papua Nugini Diduga Dalang Kaburnya 14 Tahanan di Polresta Jayapura

Regional
Ayah Patahkan Tangan Anak 2 Tahun, gara-gara Korban Rewel Ganggu Tidur

Ayah Patahkan Tangan Anak 2 Tahun, gara-gara Korban Rewel Ganggu Tidur

Regional
Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Malang Ambrol, Anggota DPRD: Langganan Longsor

Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Malang Ambrol, Anggota DPRD: Langganan Longsor

Regional
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ganjar Usul Libur Bersama Akhir Tahun Ditiadakan

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ganjar Usul Libur Bersama Akhir Tahun Ditiadakan

Regional
Kapal MV Tina Bermuatan Ribuan Kontainer Diisukan Tabrakan, Ternyata Kandas di Batam

Kapal MV Tina Bermuatan Ribuan Kontainer Diisukan Tabrakan, Ternyata Kandas di Batam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X