TKW Carmi yang Hilang Kontak 24 Tahun Ditemukan, Keluarga Sujud Syukur

Kompas.com - 04/09/2019, 09:01 WIB
Carmi, TKW Indonesia di Arab Saudi yang hilang kontak puluhan tahun akhirnya ditemukan. repro bidik layar akun Instagram @kbri_riyadhCarmi, TKW Indonesia di Arab Saudi yang hilang kontak puluhan tahun akhirnya ditemukan.

CIREBON, KOMPAS.com – Wajah murung Ilyas (85) dan Warniah (75) selama 24 tahun sirna. Air mata kesedihan pun kini berganti dengan rasa haru dan bangga.

Putri pertamanya, Carmi (48), tenaga kerja wanita (TKW) yang kerja di Riyadh selama 31 tahun, kini telah ditemukan. Dalam waktu dekat, Carmi akan dipulangkan ke tanah kelahirannya.

Kedua pasangan suami istri ini meluapkan kebahagiaan tersebut dengan sujud syukur di rumahnya, di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon.

Mereka tak henti menangisi kabar kebahagiaan yang telah lama dinanti, yakni kepulangan putri pertamanya.

Baca juga: 21 Tahun Hilang dan Dianggap Meninggal, TKW Ini Masih Hidup dan Disiksa Majikan di Arab Saudi

Tak hanya kedua orangtuanya, kabar bahagia itu juga membuat paman Carmi, Sofiyudin (48), serta Eti adik kandungnya, turut serta meluapkan kebahagiaan dengan sujud syukur. Mereka sangat bahagia mendengar kabar Carmi telah ditemukan.

Sofiyudin, paman Carmi bercerita, kabar kebahagiaan itu langsung dia dengar dari petugas KBRI Riyadh, Sadullah.

Pada Senin (5/8/2019) lalu, Sadullah mengabarkan, rumah majikan Carmi sudah ditemukan. Namun, Sadullah tidak dapat langsung menjemput dan memulangkan Carmi ke Indonesia.

“Sadullah dan petugas KBRI butuh waktu untuk melakukan pendekatan dengan majikan Carmi. Sehingga, tidak bisa langsung dijemput dan dibawa pulang,” kata Sofiyudin, kepada Kompas.com, Senin (2/9/2019).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

31th hilang kabar, KBRI Riyadh berhasil temukan Carmi bt Ilyas Tanggal 28 Agustus 2019 mungkin menjadi hari terindah dalam benak Bapak dan Ibu Ilyas di Cirebon dimana pada hari itu mereka mendengar kembali suara dari anaknya, Carmi bt Ilyas, setelah 31 tahun hilang kontak dengan anaknya yang pamit untuk bekerja di Arab Saudi. Bapak Ilyas sudah menghabiskan banyak waktu dan tenaga menghubungi berbagai pihak yang dirasanya bisa membantu utk temukan Carmi namun kemungkinan besar pihak2 tersebut hanya memanfaatkan ketidaktahuan Bapak Ilyas demi kepentingan mereka sendiri. Sampai akhirnya pada bulan Juli 2019 informasi ini diterima oleh Atase Tenaga Kerja KBRI Riyadh dan langsung melakukan pendekatan ke pemerintah Arab Saudi dalam hal ini pihak Kepolisian Arab Saudi. Alhamdulillah, atas upaya intensif KBRI Riyadh, pada bulan Agustus 2019 keberadaan Carmi terlacak berada di desa Al Amar, Propinsi Gaseem yang berjarak sekitar 400km dari Riyadh. Tim Perlindungan Warga KBRI Riyadh segera bergerak menuju lokasi dan didapati Carmi dalam kondisi fisik yang baik, dan selama 31tahun bekerja pada majikan yang sama. Pengakuan Carmi bahwa dirinya tidak pernah dianiaya selama bekerja disitu. KBRI Riyadh berhasil melakukan persuasi kepada majikannya utk bisa membawa Carmi ke kantor KBRI utk selanjutnya diproses kepulangannya atas permintaan orang tuanya. Saat ini Carmi berada dalam perawatan KBRI Riyadh untuk dilakukan pemulihan kondisi psikologisnya yang telah berpuluh tahun tidak mengenali lagi latar belakang diri dan keluarganya di Indonesia. Secara parallel KBRI Riyadh juga akan berunding dengan majikannya untuk meminta hak gaji Carmi yang belum dibayarkan selama 31 tahun. KBRI Riyadh akan memulangkan Carmi ke Indonesia segera setelah semua hak-haknya telah dipenuhi oleh majikannya. @kemlu_ri @kemnaker @bnp2tkipusat

A post shared by Indonesian Embassy Riyadh (@kbri_riyadh) on Aug 29, 2019 at 2:02am PDT

Kemudian, pada Rabu (28/8/2019) saat itu, Sadullah mengabarkan bahwa Carmi sudah berhasil dikeluarkan dari rumah majikan dan sudah berada di kantor KBRI Riyadh.

Namun, Carmi harus menjalani masa pemulihan sebelum dipulangkan ke tanah air.

Tak lama tiba di KBRI, Sadullah langsung melakukan video call untuk Carmi dan keluarga.

Seluruh keluarga, kata Sofi, menangis terharu. Keluarga tidak menyangka bahwa yang diajak berkomunikasi adalah Carmi yang sudah 31 tahun tidak pernah bertemu.

“Senang campur haru, ya nangis juga. Nangis semua. Ya namanya bisa dikatakan, kami sudah putus asa. Sekeluarga ikut video call. Kumpul semua,” kata Sofiyudin, mengingat momen pertama kali melihat wajah keponakannya.

Ilyas menyebut, masih mengenali betul wajah anaknya, tidak seperti Carmi yang sudah lupa semua wajah keluarga.

Baca juga: Cari TKW Carmi yang Hilang 31 Tahun, Keluarga Jual Harta Benda hingga Nyaris Gadaikan Rumah

 

Carmi hanya mengingat satu persatu nama keluarganya. Carmi juga tidak bisa berbahasa Indonesia apalagi Cirebon. Sadullah yang menjadi perantara.

Untuk meyakinkan, Ilyas meminta Sadullah memperlihatkan jari manis kaki kiri milik Carmi. Ada tanda lahir Carmi yang sama persis seperti Eti, adik kandung Carmi.

Baka beli percaya, sikile todokaken. Ditodokakek iya bener. Pada gemuyu kabeh. Iya ana lima jerijie, tapi sijie cilik. Tanda lahire kue. Pada bae ning kene, ning eti. (Kalau tidak percaya tunjukan kakinya. Setelah ditunjukan benar. Pada tertawa semua. Iya, jari jemarinya ada lima, tapi satunya pendek. Tanda lahirnya Carmi. Sama seperti di sini, sama Eti),” kata Ilyas, yang sulit berbahasa Indonesia kepada Kompas.com.

Ilyas berharap, Carmi dapat segera dipulangkan ke tanah air. Dia mengucapkan terima kasih banyak pada Pemerintah Indonesia dan semua pihak yang sudah membantu menemukan dan membawa pulang Carmi.

Sebelumnya diberitakan, anak pertama Ilyas dan Warniah, berangkat menjadi TKW sebagai pembantu rumah tangga pada tahun 1988 atau 31 tahun lalu.

Saat itu, Carmi baru saja lulus sekolah tingkat sekolah dasar dengan usia sekitar 13 tahun. Namun, untuk persyaratan, usianya dituakan.

Ilyas dan Warniah berulang kali melarang Carmi pergi merantau, dan memintanya tetap di Cirebon.

Namun, banyaknya orang yang pergi ke Arab Saudi dan sukses membuat Carmi tergiur.

Dia memilih kerja untuk membantu ekonomi kedua orangtuanya sebagai buruh tambak garam. Dia juga ingin membantu biaya adik-adiknya bersekolah.

Sofiyudin, paman Carmi menyebut, pihak keluarga masih dapat berkomunikasi hanya melalui surat menyurat.

Itupun dilakukan dengan sangat jarang. Carmi juga tidak pernah sekalipun mengirimkan uang.

Baca juga: Kisah TKW Carmi, 31 Tahun Hilang di Arab Saudi, Tak Pulang dan Tak Ada Kabar

Dia hilang kontak hingga keluarga mendatangi BNP2TKI dan KBRI di tahun 1995 silam. Itu adalah telepon terakhir hingga hari ini atau selama 24 tahun.

KBRI Riyadh melalui akun instagramnya @kbri_riyadh, mengunggah tiga buah foto Carmi. 

Alhamdulillah, atas upaya intensif KBRI Riyadh, pada bulan Agustus 2019 kebedaraan Carmi terlacak di desa Al Amar, Propinsi Gaseem yang berjarak sekitar 400km dari Riyadh. Tim perlindungan Warga KBRI Riyadh segera bergerak menuju lokasi dan didapati kondisi Carmi dalam kondisi fisik yang baik dan selama 31 tahun bekerja pada majikan yang sama,” tulisan paragraf kedua akun tersebut.

Di akhir unggahan tersebut, @KBRI_Riyadh menulis, mereka akan berunding dengan majikannya untuk meminta gaji Carmi yang belum dibayarkan selama 31 tahun.

KBRI Riyadh akan memulangkan Carmi ke Indonesia segera setelah semua hak-haknya telah dipenuhi oleh majikan. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Regional
UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

Regional
Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Regional
Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Regional
Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Regional
Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Regional
Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Regional
Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Regional
Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Regional
60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

Regional
Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Regional
Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Regional
Cegah Covid-19 Meluas, Pantai Kuta dan Seluruh Obyek Wisata di Badung Ditutup

Cegah Covid-19 Meluas, Pantai Kuta dan Seluruh Obyek Wisata di Badung Ditutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X