Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Meski Jateng Dapat 40 Penghargaan, Ganjar Mengaku Tak Terlalu Puas

Kompas.com - 03/09/2019, 19:21 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo bersama Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin sedang memberikan keterangan pers kepada media. DOK. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahGubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo bersama Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin sedang memberikan keterangan pers kepada media.


KOMPAS.com
– Kamis (5/11/2019), Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin tepat satu tahun memimpin Jawa Tengah ( Jateng). Dalam kurun setahun tersebut, ada sekitar 40 penghargaan skala nasional yang didapatkan.

Meski begitu, Ganjar sendiri mengaku tidak terlalu puas dengan seabrek penghargaan tersebut. Menurutnya, apresiasi itu tidak berarti apa-apa jika rakyat masih mengeluh.

Maka dari itu, daripada penghargaan, Ganjar lebih suka menyebutkan program-program yang langsung menyasar rakyat sebagai pencapaiannya.

“Insentif untuk guru ngaji, ustadz, dan pengurus pondok pesantren se-Jateng. Ada 171.131 orang mendapat manfaat dari program yang baru kali pertama ada tersebut,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya.

Selain program itu, Ganjar menyebut kepuasannya atas keberhasilan pengumpulan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Jateng yang mencapai Rp 4,7 miliar perbulan.

Baca juga: Ganjar Beberkan Kunci, Kenapa Jateng Raih Penghargaan PPD Terbaik

Pencapaian ini membuat Jateng menjadi propinsi yang berhasil mengumpulkan zakat dengan nilai tertinggi di Indonesia.

Hasil dari pengumpulan zakat itu kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan rumah ibadah, rumah tidak layak huni (RTLH), santunan anak yatim piatu dan sebagainya.

“Tahun 2019 ini kami juga mampu membuat seluruh gedung kantor Pemprov Jateng ramah difabel. Minimal untuk naik di tangganya ada jalur khusus kursi roda,” kata dia.

Selain yang sudah disebutkan Ganjar, patut dicatat jpula beberapa pencapaian yang sempat menjadi perhatian publik. Satu diantaranya ialah keberhasilan Ganjar merebut kembali lahan PRPP Semarang.

Melalui upaya hukum peninjauan kembali di Mahkamah Agung (MA), lahan seluas 273 hektar (ha) itu kembali menjadi aset negara.

Reformasi birokrasi yang dicanangkan Ganjar sejak 2014 juga melahirkan beberapa terobosan penting.

Baca juga: Reformasi Birokrasi, Pemprov Jateng Terapkan Sistem Reward and Punishment

Satu yang disoroti publik adalah keberanian Ganjar mengangkat seorang camat menjadi Kepala Biro, sebuah jabatan eselon dua. Kemudian kepala sekolah SMK Bawen menjadi Kepala Dinas Pendidikan.

Di tengah banyak kepala daerah terkena OTT KPK karena jual beli jabatan, publik pun mengapresiasi langkah Ganjar mengangkat pejabat melalui proses yang bersih dan transparan.

Tak cuma itu, Ganjar pun diapresiasi akibat sistem akuntabilitas keuangan Pemerintah Provinsi Jateng yang berhasil menghemat anggaran Rp 1,2 triliun.

Tidak main-main, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Pan-RB bahkan menilai keberhasilan reformasi birokrasi Jateng layak menjadi rujukan provinsi-provinsi lain.

Birokrasi di Jawa Tengah ini sudah berjalan sangat baik dan harus role model daerah-daerah lain di Indonesia,” kata Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Kemenpan RB, Muhammad Yusuf Ateh pada acara evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Semarang, Rabu (14/11/2018).

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelajar di Manado Jadi Korban Penganiayaan hingga Tewas

Pelajar di Manado Jadi Korban Penganiayaan hingga Tewas

Regional
Saat Dua Paslon di Wonogiri Berebut Kata 'Nyawiji' untuk Slogan Mereka

Saat Dua Paslon di Wonogiri Berebut Kata "Nyawiji" untuk Slogan Mereka

Regional
Ditegur Satpam tapi Nekat Berenang, Saat Tenggelam Bocah Ini Malah Ditinggal Teman-temannya

Ditegur Satpam tapi Nekat Berenang, Saat Tenggelam Bocah Ini Malah Ditinggal Teman-temannya

Regional
ASN Ditangkap Saat Konsumsi Sabu, Dilaporkan Warga yang Resah

ASN Ditangkap Saat Konsumsi Sabu, Dilaporkan Warga yang Resah

Regional
12 Rumah di Sumedang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

12 Rumah di Sumedang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Rumah Tempat Penyimpanan Tabung Gas Elpiji Terbakar, 5 Orang Tewas

Rumah Tempat Penyimpanan Tabung Gas Elpiji Terbakar, 5 Orang Tewas

Regional
Jubir Satgas Covid-19 Kaltim dan Istri Terjangkit Virus Corona

Jubir Satgas Covid-19 Kaltim dan Istri Terjangkit Virus Corona

Regional
Tragis, Bocah Tewas Tertabrak Truk Tangki Saat Tidur Lelap di Rumah

Tragis, Bocah Tewas Tertabrak Truk Tangki Saat Tidur Lelap di Rumah

Regional
Nasib Malang Pengemudi Ojol, Terkena Order Fiktif, Uang Tabungan Juga Habis Dikuras Penipu

Nasib Malang Pengemudi Ojol, Terkena Order Fiktif, Uang Tabungan Juga Habis Dikuras Penipu

Regional
[POPULER NUSANTARA] Klarifikasi Wali Kota Tegal Soal Konser Dangdut | Jumlah Harta Kekayaan Adik Ratu Atut

[POPULER NUSANTARA] Klarifikasi Wali Kota Tegal Soal Konser Dangdut | Jumlah Harta Kekayaan Adik Ratu Atut

Regional
Beri Tumpangan yang Berujung Pembunuhan, Perempuan Hamil Tewas di Tangan Begal

Beri Tumpangan yang Berujung Pembunuhan, Perempuan Hamil Tewas di Tangan Begal

Regional
Kepalanya Terbentur Batu Usai Diperkosa 5 Pria, Wanita Ini Tewas

Kepalanya Terbentur Batu Usai Diperkosa 5 Pria, Wanita Ini Tewas

Regional
Pengakuan Pelaku Pemerkosaan Wanita di Pinggir Sungai: Saya Menyesal

Pengakuan Pelaku Pemerkosaan Wanita di Pinggir Sungai: Saya Menyesal

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya