Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Reformasi Birokrasi, Pemprov Jateng Terapkan Sistem "Reward and Punishment"

Kompas.com - 07/05/2019, 19:09 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbicara tentang reformasi birokrasi dengan penerapan mekanisme reward and punishment atau penghargaan dan sanksi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng.
Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbicara tentang reformasi birokrasi dengan penerapan mekanisme reward and punishment atau penghargaan dan sanksi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng.

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus berupaya mewujudkan reformasi birokrasi untuk pelayanan yang baik.

Salah satunya melalui mekanisme reward and punishment atau penghargaan dan sanksi yang diberlakukan dengan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara ( ASN) di lingkungan Pemprov Jateng.

Dengan mekanisme reward and punishment itu, siapapun ASN yang melakukan pelanggaran, maka akan diberi sanksi tegas berupa penurunan jabatan ataupun pemberhentian.

Sebaliknya, ASN yang berkinerja baik akan mendapat berbagai kemudahan, promosi jabatan, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Menurut data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jateng, Tahun 2018 lalu, ada 22 kasus pelanggaran disiplin yang dilakukan PNS di Jateng.

Dari pelanggaran itu, sebanyak delapan ASN dihukum turun pangkat lebih rendah selama satu tahun, 11 orang diturunkan pangkatnya lebih rendah selama tiga tahun dan tiga lainnya dibebaskan dari tugas serta diberhentikan.

Hal itu dikatakan Kepala BKD Jateng Wisnu Zahro saat pemaparan di depan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di kantor BKD Jateng, Semarang, Selasa (7/5/2019).

"Di tahun 2019, ada tujuh kasus hukuman disiplin yang kami keluarkan, yakni diturunkan pangkat lebih rendah selama satu tahun untuk satu orang, turun pangkat lebih rendah selama tiga tahun untuk dua orang dan diberhentikan dari PNS sebanyak empat orang," kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Wisnu tidak menyebutkan secara rinci nama-nama yang mendapat sanksi itu. Namun, ia mengatakan pemberian sanksi serta hukuman tersebut dikarenakan pelanggaran yang dilakukan beberapa ASN itu cukup berat, sehingga perlu tindakan tegas.

Adapun, kata dia, kepada pegawai yang berprestasi, Pemprov Jateng pasti memberikan penghargaan kepada mereka dengan menaikkan TPP.

"Kami berharap, reward and punishment ini dapat berjalan efektif untuk memotivasi mereka untuk mewujudkan pemerintahan yang baik," tukasnya.

Meningkatkan kinerja

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan sebenarnya proses reward and punishment diberikan untuk meningkatkan kinerja. Kalau mereka punya masalah, maka akan diberikan sanksi.

"Ada yang diturunkan pangkatnya sampai dua derajat di bawahnya, ada yang dipecat dan lain sebagainya. Tapi mereka yang punya prestasi bagus kami berikan jalan tol agar dia bisa naik pangkat jauh lebih baik, dengan pola seleksi terbuka, juga dengan tunjangan-tunjangannya," kata dia.

Reformasi birokrasi, kata Ganjar, merupakan panggilan setiap daerah saat ini. Semua harus dilakukan secara transparan, tanpa korupsi dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kalau semuanya sudah berjalan, maka ke depan semuanya pasti akan lebih baik," paparnya.

Selain tindakan tegas, proses persiapan untuk mewujudkan SDM yang mumpuni juga sudah dilakukan. Pihaknya telah menggelar talent scouting untuk merekrut calon pemimpin yang memiliki integritas.

Mereka yang sudah mengikuti talent scouting ini sudah masuk dalam talent pool, jadi tinggal dimasukkan ke pos sesuai kemampuan masing-masing.

"Nah, dengan demikian, selain soal penjenjangan karir yang terbuka, maka kami harap nilai-nilai yang ada seperti kepantasan, kepatutan, integritas, kejujuran dan profesionalisme dapat benar-benar terwujud," pungkasnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya