KILAS DAERAH

"Go To East", Upaya Emil Sejahterakan Nelayan Jabar

Kompas.com - 03/09/2019, 11:13 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menandatangani nota kesepahaman dengan PT Perikanan Nusantara (Persero) di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (2/9/2019). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menandatangani nota kesepahaman dengan PT Perikanan Nusantara (Persero) di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (2/9/2019).

KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) sepakat melakukan kerja sama dengan PT Perikanan Nusantara (Perinus) (Persero) dengan melahirkan program Jabar Go To East.

Nota kesepahaman kerja sama ditandatangani langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Direktur Utama PT Perinus M Yana Aditya, di Gedung Pakuan, Bandung, Senin (2/9/2019).

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan program ini memiliki tujuan meningkatkan produktivitas perikanan, kualitas produk, dan kesejahteraan pelaku usaha perikanan di Jabar.

“Harapannya nelayan Jabar tidak lagi kebingungan menjual hasil tangkapan serta mendapatkan harga yang layak karena akan dibeli oleh PT Perinus,” ucap dia sesuai keterangan rilis yang Kompas.com terima, Selasa (3/9/2019).

Baca juga: Pemdaprov Jabar Kikis Ketimpangan Digitalisasi dengan Desa Digital

Perlu diketahui, ruang lingkup kerja sama ini meliputi enam poin, antara lain pemetaan dan survey wilayah strategis penangkapan ikan, bimbingan teknis dan peningkatan kapasitas kewirausahaan nelayan mitra, penyediaan program pelatihan dan perlindungan tenaga kerja di bidang kelautan dan perikanan,

Lalu fasilitasi akses modal kerja untuk nelayan, upaya pencapaian target pendapatan serta pengembangan usaha, dan terakhir kegiatan lainnya yang disepakati kedua belah pihak.

“Kami juga akan perbanyak standar seperti teknologi berupa cold storage, demi menahan kualitas kesegaran ikan dalam jangka lama,” papar emil.

Menilik cara kerja programnya, nelayan Jabar akan melakukan penangkapan ikan di Timur Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara.

Baca juga: Pemdaprov Jabar Didorong Kelola Hutan untuk Pariwisata

Untuk tahap awal, Pemdaprov Jabar akan mengirim empat sampai lima kapal nelayan asal Indramayu ke Maluku Utara melalui kapal berukuran 30 gross ton (GT).

“Hasil tangkapannya tidak perlu dibawa ke Jabar, karena 70 persen wilayah kerja Perinus ada di Indonesia Timur, bahkan bisa langsung diekspor ke Jepang,” terang Emil.

Sementara itu, Direktur Utama PT Perinus Yana Aditya, menyambut positif kerja sama ini yang dinilainya bermanfaat dalam kegiatan penangkapan ikan di perairan laut Timur Indonesia.

“Kebetulan di Maluku Utara ada dermaga kami di sana yang relatif besar,” ujar Yana.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X