Selama Menghilang, Gadis Paskibra Ternyata Nongkrong Bersama Anak Jalanan

Kompas.com - 29/08/2019, 17:30 WIB
Nira Damayanti (15), gadis Paskibraka Kecamatan Jepon, Blora, Jateng. Dokumen Polsek JeponNira Damayanti (15), gadis Paskibraka Kecamatan Jepon, Blora, Jateng.

BLORA, KOMPAS.com - Nira Damayanti (15), anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) asal Desa Waru, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang menghilang usai mengikuti upacara penurunan bendera pada Sabtu (17/8/2019) sudah ditemukan, Kamis (29/8/2019). 

Siswi kelas 1 SMK Bhina Mulya, Blora itu kini sudah kembali dalam pelukan keluarganya.

Ayah Nira, Sudiran, mengatakan, putrinya itu sejak SMP sudah sering tidak pulang ke rumah akibat salah pergaulan.

Nira berteman dengan anak- anak jalanan hingga mengabaikan rutinitasnya sebagai pelajar dan kewajibannya sebagai anak.

"Sering tidak pulang ke rumah sejak SMP, ikut anak-anak jalanan. Sudah berkali-kali dinasehati tapi tidak digubris," kata Sudiran saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Gadis Paskibra yang Hilang Sudah Ditemukan Dalam Kondisi Selamat

Dijelaskan Sudiran, selama ini Nira yang menghilang tanpa kabar itu diketahui ikut berkumpul di tempat tongkrongan anak-anak jalanan yang dikenalnya. Mulai dari Blora, Demak hingga Grobogan.

"Iya nongkrong sana nongkrong sini dan tidur di mana saja. Di rumah teman-temannya. Pertama kali di Blora kemudian ke Demak dan terakhir di Grobogan," tutur Sudiran.

Terlepas dari permasalahan itu, pihak keluarga Nira saat ini memilih fokus untuk membimbing Nira di rumah.

Begitu juga dengan pihak Polsek Jepon yang berpartisipasi memberikan bimbingan kepada Nira supaya tidak salah dalam pergaulan.

"Kami bimbing dulu di rumah supaya kemudian bisa kembali bersekolah. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Alhamdulilah kondisi Nira baik-baik saja," ungkap Sudiran.

"Nira ini salah pergaulan hingga lupa kewajibannya sebagai anak dan pelajar. Dia berkumpul dengan anak-anak jalanan yang tidak terarah. Kami sudah berikan bimbingan dan akan terus memonitor perkembangannya," sambung Kapolsek Jepon, AKP Sudarno.

AKP Sudarno menambahkan, dari keterangan Nira selama hampir dua pekan menghilang, ia mengaku menghabiskan waktu bermain dan nongkrong dengan temannya anak-anak jalanan.

Nira berpindah-pindah tempat tongkrongan mulai dari Blora hingga ke Kabupaten lain. Nira disebutnya larut dalam pergaulan yang salah karena teman-temannya Nira berstatus putus sekolah.

"Teman-temannya anak jalanan tidak bersekolah sementara Nira bersekolah. Pengakuannya 4 hari di rumah temannya di Blora, terus ke temannya lagi di Demak dan terakhir di Grobogan. Ikut komunitas anak Punk," kata Sudarno.

Baca juga: Teka-teki Hilangnya Gadis Paskibra di Blora, Diduga Salah Pergaulan hingga Hampir 2 Pekan

Sebelumnya diberitakan, sudah nyaris dua pekan ini gadis pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) asal Desa Waru, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menghilang tanpa jejak, Rabu (28/8/2019). 

Ia adalah Nira Damayanti (15), siswi kelas 1 SMK Bhina Mulya, Blora. Nira sapaannya itu mulai tak diketahui keberadaannya usai bertugas di upacara penurunan bendera di Stadion Kridaloka, Kecamatan Jepon, Blora, pada Sabtu (17/8/2019).

Nira yang tak kunjung pulang ke rumah praktis membuat khawatir pihak keluarga. Kedua orangtua Nira pun sudah melaporkan kasus menghilangnya putri ketiga dari tiga bersaudara tersebut ke Mapolsek Jepon.

Ayah Nira, Sudiran menyampaikan, sebelum menghilang, putrinya termasuk salah satu anggota paskibra yang bertugas di Stadion Kridaloka, Jepon. 

Pada pagi, Nira mengikuti upacara bendera, pun demikian pada sore, Nira juga mengikuti upacara penurunan bendera.

Namun selepas upacara penurunan bendera, Nira sudah tidak diketahui rimbanya.

"Sekitar jam 6 petang saya ditelepon dan disuruh jemput oleh gurunya, tapi sesampainya di sana Nira sudah tidak ada. Bahkan saya tunggu sampai jam 9 malam juga tak ada kabar," tutur Sudiran saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/8/2019) malam.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X