Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Kompas.com - 22/08/2019, 13:15 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat ditemui usai rapat evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Balai Kota Bogor, Senin (1/7/2019). KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat ditemui usai rapat evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Balai Kota Bogor, Senin (1/7/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh pihak untuk tidak memperdebatkan soal wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya. Ia justru ingin wacana itu dapat diriset dan dikaji bersama-sama.

Meski begitu, Bima mengapresiasi pihak-pihak yang telah merespon soal wacana tersebut.

"Saya lihat ini bagus karena publik merespon. Pak Gubernur lebih setuju perluasan wilayah bukan provinsi baru. Bekasi lebih memilih gabung dengan Jakarta, Kabupaten Bogor setuju Bogor Raya. Menurutnya saya tidak bisa ini hanya dipublik saja, harus dilaksanakan riset dan kajian bersama," ucap Bima, Kamis (22/8/2019).

Bima mengaku akan terus memunculkan wacana Bogor Raya ke publik. Bahkan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga berencana akan menggandeng pihak akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Pakuan Bogor untuk melakukan riset pembentukan Provinsi Bogor Raya.


"Kalau ada yang bilang jangan dibuka wacana ini, ya enggak bisa dong. Masa wacana nggak boleh. Kita tidak akan hentikan wacana ini, akan kita lempar terus ke publik," sebutnya.

Baca juga: Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Ia melanjutkan, wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya tersebut adalah satu dari tiga opsi pilihan lain yang disiapkan untuk memperluas wilayah Kota Bogor.

Kata dia, perluasan wilayah perlu dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan penduduk di kota hujan.

"Kota Bogor harus mengantisipasi pertumbuhan penduduk. Diperkirakan, dalam kurun waktu 10 tahun ke depan jumlah penduduk di Kota Bogor mencapai 1,5 juta jiwa. Ini harus diantisipasi," pungkas dia.

Tanggapan Gubernur dan DPRD Jabar 

Soal pembentukan Provinsi Bogor Raya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan, isu pemekaran memang masuk dalam agenda politiknya.

Namun, kata dia, kebutuhan pembentukan daerah otonomi baru hanya untuk level kota dan kabupaten.

"Jadi pemekaran itu banyak ada 15. Tapi saya takut salah nyebut. Tapi argumen saya kebutuhannya itu ada di level kabupaten kota bukan provinsi," tutur Emil, sapaan akrabnya, Kamis (22/8/2019).

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X