Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Kompas.com - 22/08/2019, 12:13 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja Dok Humas Polda PapuaKapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja

JAYAPURA, KOMPAS.com — Aksi protes terhadap dugaan tindakan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya, Jawa Timur, masih berlanjut.

Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja menyebut aksi tersebut kini tengah berlangsung di 2 kabupaten.

"Sampai hari ini situasi Provinsi Papua dalam keadaan aman dan kondusif. Hari ini ada 2 unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi mereka di Kabupaten Nabire dan Yahukimo," ujarnya seusai melakukan pertemuan Forkompinda di Mapolda Papua, Jayapura, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Kondisi Terkini di Manokwari, Sorong, dan Jayapura Versi Polri

Ia menegaskan, kepolisian tidak akan menghalang-halangi keinginan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi terkait masalah tersebut.

Menurut dia, petugas yang berada di lapangan tidak dibekali senjata.

"Sampai siang ini laporan masih kondusif. Massa menyampaikan orasi dalam situasi kondusif," kata Rodja.

Secara keseluruhan, selain di Kabupaten Mimika, aksi protes terhadap tindakan rasisme yang berlangsung di Papua sejauh ini berlangsung dengan kondusif.

Rodja juga menegaskan, tidak ada penambahan pasukan di Papua.

Baca juga: Kominfo Mengaku Keliru soal Hoaks Penculikan Mahasiswa Papua

Di Papua, aksi protes terhadap dugaan tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, telah berlangsung di beberapa daerah.

Pada 19 Agustus 2019, aksi berlangsung di Jayapura dan diikuti oleh ribuan orang. Sehari berselang aksi serupa terjadi di Nabire, Biak, Yapen, dan Merauke.

Kemudian pada 21 Agustus 2019, aksi terjadi di Kabupaten Mimika dan sempat terjadi kericuhan yang mengakibatkan beberapa fasilitas umum dan kendaraan rusak.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Kebakaran di Asmat Papua, Hanguskan Ratusan Rumah dan Kios hingga 897 Warga Mengungsi

5 Fakta Kebakaran di Asmat Papua, Hanguskan Ratusan Rumah dan Kios hingga 897 Warga Mengungsi

Regional
Kenang Habibie, Seniman Bandung Gelar Pertunjukan Jalanan 7 Jam Nonstop

Kenang Habibie, Seniman Bandung Gelar Pertunjukan Jalanan 7 Jam Nonstop

Regional
Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Regional
Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Regional
2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

Regional
Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Regional
Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Regional
Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Regional
Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Regional
Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Regional
Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Regional
Walkot Hendi Berencana Terapkan 'Car Free Zone' di Kota Lama Semarang

Walkot Hendi Berencana Terapkan "Car Free Zone" di Kota Lama Semarang

Regional
Sempat Dikritik, Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Diputar di Semarang

Sempat Dikritik, Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Diputar di Semarang

Regional
Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Regional
Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X