Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Upacara 17 Agustus di Lokasi Kebakaran Hutan, Dibayangi Api, Tanpa Prosesi Pengibaran Bendera

Kompas.com - 17/08/2019, 13:00 WIB
Idon Tanjung,
Caroline Damanik

Tim Redaksi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di hutan dan lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Siak, Riau, tepatnya di sekitar lokasi karhutla di Desa Rawang Air Putih, Kecamatan Siak, Sabtu (17/8/2019).

Upacara diikuti oleh Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Manggala Agni Daops Siak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau dan tim pemadam serta sekuriti dari Perusahaan swasta PT Sinarmas.

Baca juga: Minta Maaf, Orangtua Mahasiswa yang Lempar Bensin ke Polisi Terbakar di Cianjur

Pada Sabtu pagi, upacara yang diikuti puluhan petugas ini berlangsung khidmat meski digelar di hutan dan lahan yang sudah habis terbakar.

Upacara dilakukan sebagaimana biasanya. Hanya satu yang berbeda, petugas tidak mengerek bendera Merah Putih karena kondisi lapangan. Bendera langsung dipasang di tiang kayu.

Upacara dipimpin anggota Manggala Agni Daops Siak, Sugiat, Pembina Upacara Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gapur dan pembaca Teks Prokalamasi Kepala Manggala Agni Daops Siak, Ihsan Abdillah.

Dalam amanatnya, Kabid Kedaruratan BPBD Riau Jim Gapur menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Tim Satgas Karhutla saat ini belum sebanding dengan para pejuang kemerdekaan Indonesia.

"Apa yang kita lakukan saat ini belum sebanding dengan apa yang dilakukan para pejuang kita dulu. Dulu pejuang kita melawan penjajah dan kita hari ini 'berperang' melawan api dan asap. Jadi kita harus berjuang dengan tangguh agar api ini padam dan Riau bebas dari asap. Merdeka," ucap Jim.

Baca juga: 17 Agustus: Mengenang Rumah Petani Tionghoa, Tempat Penyusunan Teks Proklamasi di Rengasdengklok

Di tengah upacara berlangsung, api sedang berkobar membakar semak belukar di hutan dan lahan yang sebagian kebun sawit. Jarak titik api dari lokasi upacara sekitar 200 meter.

Sesekali kabut asap dibawa angin mengarah kepada peserta upacara. Meski demikian, mereka tampak berdiri tegap di atas tanah gambut yang sudah menjadi arang.

Kepala Manggala Agni Daops Siak Ihsan Abdillah mengatakan, upacara di lokasi karhutla ini merupakan inisiatif dari tim satgas. Sebab, kondisi kebakaran di Desa Rawang Air Putih masih cukup parah, sehingga tidak bisa ditinggalkan.

"Kita di sini sudah melakukan pemadaman sejak 8 Agustus kemarin. Jadi tepat sekarang ini 17 Agustus 2019, 74 tahun Indonesia merdeka, kita upacara langsung di lokasi karhutla. Karena hari ini adalah hari bersejarah, jadi dimana pun kita berada wajib memperingatinya," kata Ihsan pada Kompas.com, Sabtu.

Dia mengatakan, luas hutan dan lahan yang terbakar lebih kurang 20 hektar. Saat upaya pemadaman terus dilakukan, untuk mengantisipasi meluasnya api.

"Areal yang terbakar sudah kami sekat. Tapi tidak bisa kami tinggalkan karena dikhawatirkan makin meluas ke areal lainnya. Jadi kami berinisiatif untuk upacara 17-an di lokasi. Setelah upacara kita langsung melakukan pemadaman," ungkap Ihsan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com