Sejumlah Pemanjat Akan Kibarkan Merah Putih di Tebing Sepikul Trenggalek

Kompas.com - 16/08/2019, 18:47 WIB
Pelaksanaan upacara bendera merah putih yang dikibarkan di tebing Sepikul kecamatan Watulimo kabupaten Trenggalek Jawa Timur tahun lalu. SLAMET WIDODOPelaksanaan upacara bendera merah putih yang dikibarkan di tebing Sepikul kecamatan Watulimo kabupaten Trenggalek Jawa Timur tahun lalu.

TRENGGALEK, KOMPAS.com – Sejumlah pecinta olah raga minat khusus dari berbagai daerah yang ada di wilayah Jawa Timur, kembali membentangkan Bendera Merah Putih berukuran besar di tebing Sepikul, Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (16/8/2019).

Kali ini, ukuran bendera yang dibentangkan di tebing Gunung Sepikul berbeda dengan tahun sebelumnya.

Tahun ini, bendera yang di bentangkan sepanjang 15 meter dan lebar 10 meter.

Pada tahun sebelumnya, bendera yang dibentangkan sepanjang 30 meter, dan lebar 20 meter.

“Tahun ini lebih kecil, sedangkan yang besar masih robek dan belum sempat diperbaiki,” ujar Ringgo Yudhistira, Kepala Bidang Tebing Alam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur.

Nantinya, pengibaran bendera tersebut berada di pitch-7, atau di ketinggian sekitar 250 meter dari dasar permukaan tebing.

Sedangkan, persiapan pengibaran bendera ini sudah dilaksanakan sejak 13 Agustus 2019.

Pada puncaknya, yakni pada 17 Agustus 2019, akan dilaksanakan upacara bendera yang diikuti para peserta dari berbagai komunitas serta masyarakat sekitar.

Baca juga: Mantan Teroris Bom Bali hingga Anggota ISIS Akan Upacara 17 Agustus

Seperti tahun sebelumnya, seluruh undangan dari berbagai komunitas panjat tebing sudah hadir sebelum puncak acara.

Mereka bermalam di sekitar lokasi dengan mendirikan tenda. Kemudian, pada puncak acara, mereka turut sebagai peserta upacara pengibaran bendera.

“Ada dari Surabaya sekitar 20 orang, dan kemungkinan lainnya segera menyusul”, ujar Ringgo.

Libatkan pelajar hingga kesulitan memasang bendera

Tim pengibar bendera tahun ini ada sebanyak 8 orang pemanjat yang terdiri dari 5 orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) NSA Surabaya, Wanala Unair 2 orang, dan 1 orang dari FPTI Trenggalek.

Seluruh tim pengibar tersebut sebelumnya sudah diberi pelatihan secara khusus tentang metode pemanjatan untuk pengibaran bendera di tebing Sepikul.

“Karena banyak dari tim SMA yang benar-benar masih baru, dan sudah kami training dan semoga semua berjalan lancar,” ujar Ringgo.

Bendera Merah Putih yang sudah berkibar di tebing Sepikul sejak beberapa hari lalu diturunkan sekitar lebih kurang 15 meter.

Bendera kemudian dinaikkan dengan cara ditarik oleh para pemanjat dengan diiringi lagu Indonesia Raya.

“Kendalanya tiupan angin yang sangat kencang, sehingga proses penarikan bendera sangat berat,” ucap Ringgo.

Kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak 1997 ini awalnya digagas oleh sejumlah komunitas panjat tebing dan kemudian diakomodasi oleh FPTI Provinsi Jawa Timur.

Tebing Sepikul dipilih sebagai kegiatan rutin pengibaran Bendera Merah Putih setiap bulan Agustus, karena merupakan Tebing tertinggi di Jawa Timur.

Ketinggian tebing yang juga memiliki bebatuan yang baik untuk olah raga minat khusus ini mencapai 400 meter lebih dari dasar permukaan.

Selain itu, tebing Sepikul memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi.

Baca tentang


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

Regional
Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

Regional
Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

Regional
Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

Regional
Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X