Gembong Narkoba Dorfin Felix Beberkan Cara Kabur dari Sel Polda NTB

Kompas.com - 14/08/2019, 20:18 WIB
Gembong Narkoba asal Francis, Dorfin Felix akhirnya bersaksi di sidang kasus Grativikasi Kompol Tuti di Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu (14/8/2019), Dorfin mengaku tidak dibantu siapapun untuk Kabur. FITRI RGembong Narkoba asal Francis, Dorfin Felix akhirnya bersaksi di sidang kasus Grativikasi Kompol Tuti di Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu (14/8/2019), Dorfin mengaku tidak dibantu siapapun untuk Kabur.

MATARAM, KOMPAS.com - Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Mataram, Dorfin Felix, gembong narkoba asal Prancis, membeberkan bagaimana caranya melarikan diri dari sel tahanan Polda NTB.

Dihadirkan sebagai saksi dalam sidang Kompol Tuti Maryati, Dorfin mengaku menggergaji jendela besi dengan gergaji yang diperolehnya dari seseorang.

Hanya saja, Dorfin tidak mengungkapkan secara terang dari mana dia memperoleh gergaji besi itu.

"Tidak ada orang yang tahu bagaimana saya melarikan diri, saya bisa keluar melarikan diri pada Senin dini hari pukul 01.30 Wita," kata Dorfin, melalui penerjemah dari Pusat Bahasa NTB.

Dorfin bersaksi dengan memakai baju tahanan Lapas Mataram, berwarna orange. Penampilannya nampak bersih, rambutnya sudah dipotong rapi termasuk jambangnya.

Baca juga: Ini Alasan Pengadilan Tinggi Mataram Kabulkan Banding Dorfin

Ketua Majelis Hakim Sri Sulastri, terus mengejar Dorfin bagaimana dia bisa kabur dan siapa yang membantunya.

Dorfin mengatakan, dirinya bisa keluar dari sel, dan ternyata sangat sulit melarikan diri dari Lombok.

Hakim Sri tetap tak yakin Dorfin bisa membuka jeruji besi yang sangat tebal.

Tetapi Dorfin menerangkan dirinya keluar dari selnya dan mengergaji jeruji jendela setiap malam mengunakan gergaji atau semacam pemotong kramik yang tajam.

"Saya memperoleh gergaji atau alat pemotong itu dari dalam makanan, dan soal makanan itu saya tidak boleh bicara," ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapan BCA soal Kasus Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Seorang Warga Dipenjara

Tanggapan BCA soal Kasus Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Seorang Warga Dipenjara

Regional
Mantan Sales Mobil Jadi Wali Kota Cilegon, Ini Jumlah Harta Miliknya

Mantan Sales Mobil Jadi Wali Kota Cilegon, Ini Jumlah Harta Miliknya

Regional
Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulonprogo Disita

Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulonprogo Disita

Regional
Terungkap, Nenek di Bandung yang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Ternyata Dibunuh Pembantunya, Ini Motifnya

Terungkap, Nenek di Bandung yang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Ternyata Dibunuh Pembantunya, Ini Motifnya

Regional
Polda Sumbar Bentuk Tim Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19

Polda Sumbar Bentuk Tim Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19

Regional
Senggol Bodi Truk Saat Hendak Mendahului, Pengendara Motor Tewas Terlindas

Senggol Bodi Truk Saat Hendak Mendahului, Pengendara Motor Tewas Terlindas

Regional
Alesya Kafelnikova Sebut Foto Viral Tanpa Busana di Atas Gajah Karya Seni dan Kecintaan pada Hewan

Alesya Kafelnikova Sebut Foto Viral Tanpa Busana di Atas Gajah Karya Seni dan Kecintaan pada Hewan

Regional
Derita Kusmiyati: Anaknya Urung Jadi PNS, Duit Utang Rp 200 Juta Raib

Derita Kusmiyati: Anaknya Urung Jadi PNS, Duit Utang Rp 200 Juta Raib

Regional
Istri Selingkuh, Anak Dibunuh, Feri: Itu karena Kesalahan Saya...

Istri Selingkuh, Anak Dibunuh, Feri: Itu karena Kesalahan Saya...

Regional
Anaknya Tewas Ditembak Polisi di Kafe Cengkareng, Ayah Korban: Jangan Kematian Dibalas dengan Mati

Anaknya Tewas Ditembak Polisi di Kafe Cengkareng, Ayah Korban: Jangan Kematian Dibalas dengan Mati

Regional
Ganjar Minta Bupati Wali Kota 'Jembar Dadane Dhowo Ususe'

Ganjar Minta Bupati Wali Kota "Jembar Dadane Dhowo Ususe"

Regional
Sebelum Membangun Jember, Pengamat Sarankan Hendy Bersinergi dengan DPRD

Sebelum Membangun Jember, Pengamat Sarankan Hendy Bersinergi dengan DPRD

Regional
Baru Dilantik Jadi Gubernur Kepri, Ini Prioritas Utama Ansar Ahmad

Baru Dilantik Jadi Gubernur Kepri, Ini Prioritas Utama Ansar Ahmad

Regional
Kebakaran di Surabaya, Sang Ibu Sempat Kembali ke Rumah untuk Selamatkan Anaknya yang Tertidur, tapi...

Kebakaran di Surabaya, Sang Ibu Sempat Kembali ke Rumah untuk Selamatkan Anaknya yang Tertidur, tapi...

Regional
Resmi Jadi Bupati Semarang, Ngesti Bersiap Tidur di TPS Peraih Suara Terbanyak

Resmi Jadi Bupati Semarang, Ngesti Bersiap Tidur di TPS Peraih Suara Terbanyak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X