Kepala BNN: 90 Persen Transaksi Narkoba Dikendalikan dari Dalam Lapas

Kompas.com - 14/08/2019, 11:16 WIB
Kepala BNN Republik Indonesia, Komjen Pol Heru Winarko Kompas.com/Ambaranie NadiaKepala BNN Republik Indonesia, Komjen Pol Heru Winarko

CIANJUR, KOMPAS.com – Para narapidana maupun tahanan kasus narkoba ternyata masih mampu mengendalikan bisnis haram mereka dari balik jeruji besi.

Badan Narkotika Nasional ( BNN) bahkan menyebutkan 90 persen lebih transaksi narkoba yang berhasil diungkap, dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

“Saya sampaikan, saya akui 90 persen lebih dikendalikan dari dalam lapas,” kata Kepala BNN Heru Winarko kepada wartawan di Cianjur, Selasa (13/8/2019).

Untuk itu, BNN bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus melakukan perbaikan-perbaikan sistem untuk menutup ruang gerak bisnis para bandar narkoba.

“Pentolan-pentolannya atau para bandarnya kita mutasikan ke Nusakambangan,” kata Heru.

Baca juga: Kepala BNN: Tidak Usah Lapor Jika Ada Penyalahgunaan Narkoba, Tangkap Saja Langsung Pelakunya

Dalam sebulan terakhir ini, BNN telah memindahkan sedikitnya 30 napi kasus narkoba dari Lapas Palembang.

“Termasuk yang dari Aceh dan Bogor, ada yang kita pindahkan ke sana (Nusakambangan) juga,” ujar Heru.

Heru menyebutkan, ganja dan sabu adalah jenis narkoba yang paling banyak diedarkan.

Meski begitu, perlu diwaspadai peredaran jenis baru lainnya seperti NPS dan PCC yang dijual dengan harga murah, sehingga terjangkau oleh kalangan muda bahkan remaja.

“Kalau sabu itu berasal dari luar, jaringan internasional. Sedangkan, ganja dari wilayah Indonesia Barat seperti Aceh, Belawan dan Medan,” kata Heru.

Selama sebulan terakhir, di Aceh, BNN berhasil mengungkap ladang ganja yang bisa menghasilkan 18 ton ganja.

“Berikutnya kita lakukan replanting. Jadi, ladang-ladang ganja yang kita temukan itu kita tanami, kita jadikan ladang jagung dan kopi,” kata Heru.

BNN juga telah bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan Bea Cukai untuk mencegah terjadinya peredaran narkoba, mengingat jaringan narkoba internasional saat ini banyak mengedarkan narkoba lewat jalur laut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Regional
Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Regional
Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Regional
Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Regional
Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Regional
Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Regional
Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Regional
Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Regional
Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Regional
Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X