Polisi Gugur Disandera KKB, Kapolda Papua: Tidak Ada Penambahan Pasukan

Kompas.com - 13/08/2019, 14:51 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf A. Rodja. IRSUL PANCA ADITRA IRSUL PANCA ADITRAKapolda Papua Irjen Pol. Rudolf A. Rodja. IRSUL PANCA ADITRA

TIMIKA, KOMPAS.com - Kapolda Kapolda Papua Irjen Polisi Rudolf Albert Rodja mengatakan, tidak ada penambahan pasukan di Kabupaten Puncak, pascagugurnya Brigadir Anumerta Hedar.

Rudolf memastikan, situasi di Kabupaten Puncak masih kondusif, dan belum ada penambahan pasukan ataupun menyatakan status siaga satu.

Menurutnya, bukan saja di Kabupaten Puncak, tetapi situasi di Kabupaten Nduga juga aman dan kondusif.


Baca juga: Polisi Dapatkan Identitas Warga yang Terakhir Memanggil Briptu Hedar

"Situasi Nduga aman, Puncak aman. Tidak ada siaga satu, nanti malah itu membuat orang-orang takut," kata Rudolf, kepada wartawan, di Timika, Selasa (13/8/2019).

Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan mendalami dari Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) mana yang melakukan penyanderaaan dan pembunuhan terhadap Brigadir Anumerta Hedar.

"Sedang didalami, sedang dilakukan pengejaran," tutur Rudolf.

Brigadir Anumerta Hedar merupakan anggota Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua.

Hedar gugur ditembak KKB di Kabupaten Puncak, setelah sebelumnya sempat disandera, pada Senin (12/8/2019).

Baca juga: Polisi Tewas Setelah Tabrak Truk Hewan Kurban yang Berhenti, Ini Pengakuan Sopir

Jenazah Hedar telah diberangkatkan menuju Makassar, Sulawesi Selatan, dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua, Selasa siang.

Almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Regional
Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Regional
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Regional
Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Regional
4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

Regional
[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

Regional
Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Regional
Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Regional
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Regional
Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Regional
Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Regional
Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Regional
Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Regional
Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X