Ribuan Pekerja Informal di Batam Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kompas.com - 11/08/2019, 17:03 WIB
- --

BATAM, KOMPAS.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Batam Nagoya mengatakan, hingga saat ini baru 21.000 pekerja bukan penerima upah (BPU) atau informal yang terlindungi.

Hal tersebut diduga karena masih kurang sadarnya para pekerja informal terhadap manfaat yang didapat dari BPJS Ketenagakerjaan.

Namun demikian BPJS Ketenagakerjaan Batam tetap optimistis bisa mencapai target perlindungan terhadap 33.000 pekerja informal hingga akhir 2019 ini.

Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJSTK Batam Nagoya Said Ahmad Fuad mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah peserta BPU atau pekerja informal.


Bahkan, untuk mensukseskan itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan dan keberlanjutan pembayaran iuran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) kepada pendamping PKH.

"Itu sudah menjadi target kami. Jadi apapun ceritanya, akhir 2019 wajib 33.000 pekerja informal bergabung sebagai peserta BPJSTK," kata Fuad saat ditemui usai shalat Idul Adha, Minggu (11/8/2019).

Baca juga: Viral, Pasien BPJS Disebut Sumeng dan Sok Tau saat Berobat oleh Pihak Puskesmas

Menurut Fuad, saat ini kantor BPJSTK Batam Nagoya sudah melindungi 21.000 pekerja informal.

Namun, angka tersebut masih jauh dari total jumlah pekerja informal di Batam.

Fuad mengatakan, saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan seluruh warga Indonesia tergabung dalam jaminan sosial milik negara tersebut, baik itu BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Fuad, tantangan terbesar BPJS saat ini memang untuk memenuhi jaminan pada pekerja informal. Sebab, mereka rentan mengalami kecelakaan, tetapi tidak dilindungi jaminan sejak awal bekerja.

Untuk pekerja informal, dengan membayar sekitar Rp 16.800, mereka berhak mendapatkan manfaat program BPJSTK.

Manfaatnya mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK) dan Jaminan Hari Tua (JHT).



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Regional
Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

Regional
11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

Regional
Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Regional
2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

Regional
Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Regional
5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

Regional
Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah Secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah Secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Regional
Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Regional
Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Regional
Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Regional
Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Regional
Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X