Polisi Periksa Kejiwaan Perusak Rumah Menteri Susi

Kompas.com - 04/08/2019, 11:39 WIB
Penyidik Satreskrim Polres Ciamis menggelandang tersangka A (pakaian kotak-kotak) sebelum ekspos kasus perusakan rumah Menteri KKP, Susi Pudjiastuti di Mapolres Ciamis, Minggu (04/08/2019). Candra NugrahaPenyidik Satreskrim Polres Ciamis menggelandang tersangka A (pakaian kotak-kotak) sebelum ekspos kasus perusakan rumah Menteri KKP, Susi Pudjiastuti di Mapolres Ciamis, Minggu (04/08/2019).

CIAMIS, KOMPAS.com - Perusak rumah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, pria berinisial A, mengaku melakukan perusakan setelah dirinya merasa kerasukan. Namun, alasan ini tidak begitu saja diterima pihak kepolisian.

"Pengakuan ini belum bisa dipertanggungkan secara pro justicia. Harus dengan ahlinya. Jangan sampai hanya modus si pelaku," jelas Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Bismo Teguh Prakoso saat rilis kasus perusakan rumah di Mapolres, Minggu (4/8/2019).

Oleh karenanya, lanjut dia, penyidik akan memeriksa kejiwaan tersangka ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua Bandung. Selain itu, pihaknya akan koordinasi dengan RS Polri Sartika Asih Bandung.

Baca juga: Fakta Rumah Menteri Susi di Pangandaran Dilempari Batu, Sudah Berkali-kali Terjadi hingga Pelaku Berhasil Ditangkap

"Tersangka punya akun Facebook, biasa melakukan chatting, bisa login, bisa memakai WiFi, dan bisa merencanakan (aksi pelemparan batu). Tahu mana rumah tetangga," jelas Bismo.

Selain itu, menurut Bismo, tersangka dalam kondisi sadar melempari pos satpam kediaman Menteri Susi. Bahkan tersangka mempersiapkan batu dari rumahnya.

Ditanya mengenai kemungkinan hasil pemeriksaan kejiwaan yang menyatakan kejiwaan tersangka terganggu, Bismo mengatakan bahwa proses hukum tetap jalan, yang menentukan tersangka bersalah atau tidak ada di pengadilan.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Perusakan Pos Satpam Rumah Menteri Susi

Kasat Reskrim Polres Ciamis, Ajun Komisaris Risqi Akbar menambahkan, menurut keterangan keluarga tersangka mulai depresi sejak beberapa tahun terakhir. Saat berada di rumah, tersangka mengaku sering diganggu roh.

"Depresi setelah kakaknya meninggal. Dia menganggap kematian kakaknya akibat tumbal," ujarnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Regional
Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Regional
Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Regional
Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Regional
Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Regional
Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Regional
Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Regional
Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Regional
Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Regional
Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Regional
Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Regional
Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Regional
Desainer Kerajinan Kulit Langka, Pemkab Magetan Akan Buka D1 Gratis

Desainer Kerajinan Kulit Langka, Pemkab Magetan Akan Buka D1 Gratis

Regional
TEDxJalanTunjunganWomen: Sebarkan Ide Pendidikan Seks hingga Menggali Potensi Perempuan

TEDxJalanTunjunganWomen: Sebarkan Ide Pendidikan Seks hingga Menggali Potensi Perempuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X