300 Bus Transjakarta Terbengkalai di Bogor Timbulkan Keresahan Warga

Kompas.com - 31/07/2019, 22:06 WIB
Ratusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMORatusan bus Transjakarta terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Keberadaan ratusan bus berlabel Transjakarta di sebuah lahan kosong di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, memicu tindak kriminalitas.

Rizal (28), warga sekitar menyebut, sudah terjadi dua kali aksi pencurian kabel-kabel di lokasi bus tersebut. Bahkan salah satu pencuri yang kepergok babak belur dihajar massa.

"Pernah dua kali pencurian, satu diserahin ke polisi satu lagi digebukin aja. Mereka nyolong kabel-kabel bus, biasanya diambil tembaganya," ucap Rizal, Rabu (31/7/2019).

Dirinya menambahkan, selain sepi, luasnya lahan kosong tersebut juga memudahkan para pencuri melancarkan aksinya.


Baca juga: Polda Metro Jaya Selidiki Lokasi Penyimpanan 300 Bus Berlabel Transjakarta di Bogor

Kata Rizal, penjaga lahan akhirnya memelihara anjing untuk membantu mengamankan sekitar lokasi.

"Makanya sekarang ada anjingnya. Ada yang jaga, tapi itu kan luas banget. Pasti bus-bus yang di ujung kabelnya udah pada diambilin maling," katanya.

Sementara itu, Ketua RW setempat Asep Taufik menuturkan, banyak warga yang tinggal di sekitar lokasi menanyakan kepada dirinya soal keberadaan bus-bus Transjakarta itu.

Warga, kata Asep, mulai resah dan khawatir kondisi tersebut dapat memancing tindak kriminal di lingkungan sekitar.

"Banyak warga yang tanya ke saya itu tempat apa? Karena saya enggak tahu, saya bilang gudang sementara aja. Kan ada bus ini juga bikin rawan pencurian," pungkas dia.

Baca juga: Teka Teki Mangkraknya 300 Bus Transjakarta, Milik Perusahaan Pailit hingga Jadi Sorotan Warga

Pemilik 300 bus berlabel Transjakarta

Sejumlah anggota Subnit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya  mendatangi lokasi penyimpanan 300 bus berlabel Transjakarta yang terbengkalai di sebuah lahan kosong, di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (29/7/2019).KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Sejumlah anggota Subnit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mendatangi lokasi penyimpanan 300 bus berlabel Transjakarta yang terbengkalai di sebuah lahan kosong, di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (29/7/2019).
Camat Dramaga Adi Henriyana sebelumnya mengatakan, 300 bus berlabel Transjakarta yang terbengkalai di Kabupaten Bogor, merupakan aset milik perusahaan bernama PT Adi Teknik Ecopindo.

Berdasarkan keputusan Pengadilan Niaga, perusahaan itu dinyatakan pailit.

"Jadi balasannya seperti itu, akan tetapi ini bukan suatu usaha hanya sebatas penyimpanan aset dari salah satu PT yang pailit dan sekarang dikuasakan kepada kurator Lumbang Tobing cs," ujarnya, Jumat (26/7/2019).

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jawaban Aulia Saat Diminta Jadi Wakil Bobby Nasution di Pilkada Medan

Jawaban Aulia Saat Diminta Jadi Wakil Bobby Nasution di Pilkada Medan

Regional
Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Regional
Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng 'All Star Timuran' yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng "All Star Timuran" yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Regional
Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X