Kebakaran Hutan Gunung Panderman, Rusak Habitat Elang Jawa hingga Sekat Titik Api

Kompas.com - 23/07/2019, 08:53 WIB
Kepulan asap akibat kebakaran hutan membumbung di Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur, Senin (22/7/2019) ANDI HARTIKKepulan asap akibat kebakaran hutan membumbung di Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur, Senin (22/7/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Hutan lindung di Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur terbakar sejak Minggu (21/7/2019) malam. Kobaran api mulai terlihat pada pukul 19.45 WIB dan terus meluas.

Pendaki selamat

Tidak ada pendaki yang terjebak akibat kebakaran itu. Meskipun kebakaran terjadi di tiga titik secara bersamaan, yakni di kawasan puncak, Curah Banteng dan Parang Putih atau petak 227.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu menyatakan, dua pendaki terkahir sudah berhasil turun dengan selamat. Keduanya yakni M Adnan Fanani dan Firgiawan Listanto, pendaki asal Kabupaten Mojokerto.

200 personel dikerahkan

Setelah dipastikan tidak ada pendaki yang terjebak, petugas pelakukan pemadaman sejak Senin (22/7/2019) pagi keesokan harinya.

Baca juga: 6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih dari 200 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan api. Mereka terbagi dalam tiga kelompok.

"Yang diterjunkan 200 lebih personel. Terdiri dari BPBD, TNI-Polri, Pehutani, LMDH dan relawan lainnya," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana (Penanggulangan Bencana) pada BPBD Kota Batu, Suhartono.

Mereka melakukan pemadaman dengan cara manual. Yaitu, dengan memukul api pakai ranting dan menyekatnya supaya tidak terus menjalar.

Lahan terbakar capai 60 hektare

Berhasil mengendalikan api di puncak, petugas kesulitan di lereng. Tebing yang curam dengan kemiringan lebih dari 60 derajat membuat petugas kesulitan untuk menjangkau api.

Terhitung sampai pukul 14.00 WIB pada Senin (22/7/2019), perkiraan lahan yang sudah terbakar mencapai 60 hektare.

"Sekitar 60 hektare yang terbakar," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Karena faktor alam

Belum ada kepastian terkait penyebab terjadinya kebakaran hutan itu. Dugaan sementara, kebakaran itu disebabkan oleh faktor alam. Sebab, ada sejumlah titik api yang muncul bersamaan.

"Dugaan awal faktor alam. Karena memang titik awal yang terbakar di lereng yang sulit terjangkau oleh manusia. Juga ada tiga titik api yang bersamaan," ungkapnya.

Baca juga: Kebakaran Gunung Panderman, Pendakian ke Gunung Butak Ikut Ditutup

Kepala Adm Perhutani KPH Malang Hengki Herwanto juga mengungkapkan hal yang sama. Penyebab kebakaran diduga karena faktor alam.

"Faktor alam. Karena penebaran dalam waktu bersamaan," jelasnya.

Rusak habitat elang jawa dan hutan produksi

Kepala Adm Perhutani KPH Malang Hengki Herwanto mengatakan, hutan di Gunung Panderman yang memiliki ketinggian 2.045 mdpl merupakan habitat elang jawa. Sebagian habitat burung endemik di Pulau Jawa itu dipastikan rusak akibat kebakaran.

Meski tidak ada data terkait populasi elang jawa di hutan tersebut, Hengki yang baru menjabat mengatakan bahwa elang jawa kerap ditemui berterbangan di kawasan itu.

Selain elang jawa, satwa lain yang menghuni kawasan hutan itu adalah monyet, ayam hutan, babi hutan dan ular. Monyet terdengar turun saat pertama kali terjadi kebakaran.

Baca juga: Kebakaran Gunung Panderman Ancam Kerusakan Hutan Produksi dan Habitat Elang Jawa

Kebakaran juga mengancam hutan produksi yang ada di bawahnya. Tebing yang curam membuat api sulit dikendalikan dan berpotensi menjalar ke hutan produksi yang terdiri dari tanaman pinus.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim akan mengubah pola pemadaman dengan membuat sekat selebar tiga meter di area perbatasan hutan lindung yang terbakar dan hutan produksi yang ada di bawahnya. Hal itu untuk mencegah api masuk ke hutan produksi.

"Besok kami akan ubah skenario. Kalau hari ini membuat sekat di titik api. Besok kami membuat sekat di antara hutan lindung dan hutan produksi dengan lebar tiga meter," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.