Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Kompas.com - 23/07/2019, 07:03 WIB
ilustrasi kekerasan terhadap perempuan ilustrasi kekerasan terhadap perempuan

KOMPAS.com - Anisa (25), TKW asal Gampong Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara menjadi korban penyiksaan majikannya di Malaysia.

Menurut cerita Jefri, kakak iparnya, mengutip dari Serambinews, Anisa merantau ke Malaysia menjadi pembantu rumah tangga melalui agen pada 8 November 2017. Anisa memilih menjadi tenaga kerja wanita (TKW) untuk membantu biaya adik-adiknya setelah ayahnya meninggal dunia.

Selama di Malaysia, keluarganya hanya sekali berkomunikasi dengan Anisa melalui ponsel majikannya. Anisa juga hanya sekali mengirim uang melalui agen sebesar Rp 1,5 juta setelah bekerja tiga bulan.

Jefri baru mengetahui Anisa disiksa dan dibuang majikannya, setelah adik iparnya menghubunginya pada Jumat (19/7/2019) malam. 


Menghubungi Jefri butuh jerih payah. Anisa bahkan sempat kabur dari rumah majikannya hingga akhirnya ditolong oleh seorang TKI lain.

“Selama ini, kami tak bisa menghubunginya lagi, karena nomornya tak bisa dihubungi. Belakangan kami dapat informasi, HP-nya sudah dirampas majikannya,” katanya, Minggu (21/7/2019).

Baca juga: 21 Tahun Terpisah dari Keluarga, TKI asal Cirebon Tiba di Kampung Halaman

Sambil menangis, Anisa bercerita kepada Jefri, selama bekerja di sana dia dipukuli oleh majikannya hingga gigi bagian atasnya rontok. Bahkan, sekujur tubuhnya juga penuh bekas luka dan melepuh. Tubuh Anisa juga sangat kurus.

Majikannya disebut-sebut adalah oknum penegak hukum di Malaysia.

Anisa bercerita sempat kabur dari rumah majikannya dan sembunyi di atas pohon. Tapi karena tak tahan haus dan lapar, pada malam hari dia memilih turun dari pohon untuk meminta tolong kepada seorang warga India yang ditemuinya.

Warga India di Malaysia ini kemudian membawa Anisa ke rumah sakit untuk berobat. Tapi kemudian keberadaan Anisa ditemukan oleh majikannya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

Duduk Perkara Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

Regional
Warga Panik, Kebakaran Hutan Merembet ke Permukiman

Warga Panik, Kebakaran Hutan Merembet ke Permukiman

Regional
Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Regional
Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Regional
Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Regional
Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Regional
Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Regional
30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

Regional
Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Regional
Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Regional
Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

Regional
Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Regional
Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Regional
Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X