Warga Curhat soal Monyet Ekor Panjang, Ini Kata Sri Sultan HB X

Kompas.com - 22/07/2019, 17:58 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Batik) Saat Berkunjung ke Desa Rejosari, Kecamatan Semin, Gunungkidul Senin (22/7/2019) MARKUS YUWONOGubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Batik) Saat Berkunjung ke Desa Rejosari, Kecamatan Semin, Gunungkidul Senin (22/7/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat di tiga desa di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, resah dengan kemunculan monyet ekor panjang.

Keresahan warga itu kemudian dilaporkan kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X saat sedang melakukan kunjungan kerja di Desa Rejosari, Kecamatan Semin, Yogyakarta, Senin (22/7/2019).

Saat sesi tanya jawab dengan perwakilan masyarakat, seorang perwakilan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Desa Pundungsari, Sudiyono menceritakan soal serangan monyet ekor panjang.

Menurut Sudiyono, selama beberapa tahun terakhir, warga yang mengelola lahan di pegunungan Desa Pundungsari, dan Karangsari, hingga beberapa wilayah lainnya tidak bisa menanam tanaman, karena hampir setiap hari didatangi monyet ekor panjang.

Saat ini, warga hanya menanam pohon keras, seperti jati. Sementara untuk palawija sudah tidak berani menanam.

"Keranya (Monyet) menyebar, lalu masyarakat di sekitarnya kesulitan untuk menghalau. Banyak lahan yang tidak bisa ditanami, karena diserang (monyet) ekor panjang," kata Sudiyono.

Menurut dia, tidak hanya tanaman yang jauh dari pemukiman. Tanaman yang dekat pemukiman pun diambil oleh kawanan monyet ekor panjang.

Sudiyono berharap, ke depan pegunungan bisa ditumbuhi tanaman palawija dan padi untuk kesejahteraan masyarakat, tanpa harus khawatir dengan serangan monyet.

Baca juga: Saat Sri Sultan HB X Menolak Diberi Kayu Jati Ukuran Besar

Teringat keahlian warga Badui

Mendengar keluhan warga tersebut, Sultan mengaku teringat kejadian beberapa tahun lalu, saat orang Badui menangkap monyet ekor panjang.

Sri Sultan mengatakan, beberapa tahun yang lalu serangan monyet ekor panjang terjadi besar-besaran di Gunungkidul. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk menanggulangi hal itu.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Regional
Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Regional
Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Regional
Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Regional
Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Regional
PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

Regional
Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Regional
Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Regional
2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

Regional
29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

Regional
Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Regional
Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Regional
BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

Regional
Ada Temuan BPK, Program Kartu Jombang Sehat Perlu Perbaikan Regulasi

Ada Temuan BPK, Program Kartu Jombang Sehat Perlu Perbaikan Regulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X