Kasus Tewasnya Siswa SMA Taruna, Polisi Cari Bukti Baru dari Korban Selamat

Kompas.com - 18/07/2019, 19:40 WIB
Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah saat memberikan keterangan terkait kasus penganiayaan siswa SMA Taruna Palembang yang dilakukan Obby terhadap siswanya DBJ (14), Selasa (16/7/2019).
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah saat memberikan keterangan terkait kasus penganiayaan siswa SMA Taruna Palembang yang dilakukan Obby terhadap siswanya DBJ (14), Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Tragedi Orientasi SMA Taruna Indonesia, Pembimbing Tak Miliki Kompetensi hingga Izin Sekolah Terancam Dicabut

 

Setelah menjalani proses operasi, kondisi WJ ternyata kian menurun, hingga ia pun di pindah ke rumah sakit RK Charitas untuk kembali dirawat. 

"Semalam sekitar pukul 00.00 WIB sudah dipindahkan, sekarang kondisinya masih kritis," kata Firli kuasa hukum korban saat dihubungi, Selasa (16/7/2019). 

Firli menjelaskan, pada awal mendaftar, WJ dalam kondisi sehat. 

Hal itu terlihat dari surat keterangan kesehatan dari dokter yang diberikan kepada pihak sekolah.  

Tersangka tunggal

Sejauh ini, pihak kepolisian telah menetapkan Obby Frisman Arkataku (24) yang merupakan pembimbing sebagai tersangka tunggal kasus tewasnya siswa SMA Taruna Palembang, DBJ. 

Hasil pemeriksaan, Obby telah mengakui perbuatannya yang telah memukul korban DBJ menggunakan bambu buntu karena tak menuruti instruksi yang diberikan.

Akibatnya, DBJ meninggal dunia. 

“Sampai sekarang hanya satu tersangka, tapi kalau pun ada korban lain nanti akan dikembangkan,” jelasnya.

Baca juga: Biaya Perawatan Korban Orientasi SMA Taruna Indonesia Ditanggung Pemprov

Halaman:


komentar di artikel lainnya
Close Ads X