Tragedi Orientasi SMA Taruna Indonesia, Pembimbing Tak Miliki Kompetensi hingga Izin Sekolah Terancam Dicabut

Kompas.com - 18/07/2019, 06:44 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo bersama istri Gubernur Sumsel Feby Deru saat membesuk WJ (14) korban kekerasan orientasi di SMA Taruna Indonesia ketika di rawat di RS RK Charitas Palembang, Rabu (17/7/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo bersama istri Gubernur Sumsel Feby Deru saat membesuk WJ (14) korban kekerasan orientasi di SMA Taruna Indonesia ketika di rawat di RS RK Charitas Palembang, Rabu (17/7/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Kasus penganiayaan yang menimpa dua orang siswa di sekolah SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesa Palembang terus menjadi sorotan publik.

Bahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ikut turun tangan untuk mengetahui permasalahan yang telah menghilangkan nyawa DBJ (14) ketika mengikuti kegiatan orientasi di sekolah.

Selain DBJ, WJ (14) pun kini dalam kondisi yang kritis. Sejak Sabtu (13/7/2019) lalu, korban mengalami operasi usus karena diduga menjadi korban kekerasan.


Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Dari hasil investigasi mereka, terdapat banyak kejanggalan di sekolah yang menerapkan pendidikan semi militer tersebut.

 

1.Pembina sekolah SMA Taruna tak miliki kompetensi sebagai pelatih fisik

Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan fakta baru dalam kasus orientasi maut yang menyebabkan seorang siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia tewas. 

Tersangka Obby Frisman Arkataku (24) diketahui tak memiliki kompetensi sebagai khusus sebagai pelatih fisik dalam rangkaian kegiatan orientasi siswa.

Baca juga: Pembina Sekolah SMA Taruna Tak Miliki Kompetensi sebagai Pelatih Fisik

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Widodo mengatakan, hasil keterangan yang mereka dapat, Obby baru bekerja selama satu pekan di sekolah tersebut. 

Selain itu, Obby ternyata adalah guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia. 

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Regional
Ganjar: Ramalan Santri Tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Ganjar: Ramalan Santri Tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Regional
Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Regional
Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X