Video Bentrok Mesuji Berdarah Viral, Ini Kata Polisi

Kompas.com - 18/07/2019, 08:12 WIB
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad AntaranewsKabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad
Editor Rachmawati

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com – Polda Lampung angkat bicara terkait video bentrokMesuji Berdarah” yang beredar di masyarakat.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad meminta agar masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian tidak terbawa isu dengan beredarnya video "Mesuji Berdarah".

"Kami kepolisian termasuk Kapolres Mesuji langsung turun dan meminta agar warga tidak terbawa isu-isu video yang beredar di media sosial," kata dia di Bandarlampung, Rabu (17/7/2019) malam.

Baca juga: Bentrok di Mesuji Lampung, 4 Orang Tewas


Pandra mengatakan kasus bentrokan yang terjadi di Register 45 Mesuji, Lampung tersebut sudah diselesaikan melalui proses hukum oleh pihak kepolisian.

Menurutnya pihak kepolisian akan bekerja sebagaimana prosedur penyidikan tindak pidana yang telah ditentukan.

"Mari kita buat situasi kondusif dan kita jaga dalam kondisi seperti ini agar saling menjaga dan jangan terbawa emosional dan jangan terprovokasi tayangan video yang ada di media sosial," kata dia.

Pandra mengatakan penyebab dari bentroknya dua kelompok warga yakni Mekar Jaya Abadi KHP Register 45 SBM dan kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya  dilatarbelakangi pembajakan lahan di area seluas setengah hektar.

Baca juga: Kronologi Bentrok di Mesuji Lampung yang Tewaskan 4 Orang

Bentrok warga Mesuji terjadi pada Rabu (17/7/2019)  siang sekitar pukul 14.00 WIB di Mekar Jaya Abadi KHP Register 45 SBM.

Sebelumnya, sekitar pukul 11.00 WIB datang alat berat bajak milik kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya.

Operator bajak kemudian membajak lahan seluas setengah hektar di lokasi KHP Register 45 Mekar Jaya Abadi milik salah satu warga bernama Yusuf (41), yang merupakan kelompok dari Mekar Jaya Abadi.

Pembajakan lahan tersebut diketahui oleh salah satu warga dari kelompok Mekar Jaya Abadi.

Ia kemudian memukul kentongan, kemudian warga setempat berkumpul lalu mengamankan operator bajak yang sedang membajak lahan tersebut.

Baca juga: Dua Kelompok Pemuda Sumba Bentrok di Bali, Satu Tewas

Warga dari kelompok Mekar Jaya Abadi kemudian menanyakan siapa yang memerintahkan untuk membajak lahan tersebut.

Namun tidak lama itu, operator bajak yang sudah disuruh pulang kembali membawa rekannya dan langsung menyerang kelompok Mekar Jaya menggunakan senjata tajam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Regional
Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Seorang Warga Diboikot, Tak Ada yang Datang

Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Seorang Warga Diboikot, Tak Ada yang Datang

Regional
Rais Aam PBNU: Hormati dan Taati Pemimpin yang Terpilih Secara Demokratis

Rais Aam PBNU: Hormati dan Taati Pemimpin yang Terpilih Secara Demokratis

Regional
Pastoran Gereja Santo Yosep Purwokerto Terbakar

Pastoran Gereja Santo Yosep Purwokerto Terbakar

Regional
Bentangkan Merah Putih, Bupati Ngawi dan Ratusan Kades Dukung Pelantikan Presiden

Bentangkan Merah Putih, Bupati Ngawi dan Ratusan Kades Dukung Pelantikan Presiden

Regional
Pelaku Penikaman Buruh Bangunan di Wamena Ditangkap Saat Sedang Tidur

Pelaku Penikaman Buruh Bangunan di Wamena Ditangkap Saat Sedang Tidur

Regional
Polisi Sulit Ungkap Teror Bom Molotov di Makassar karena Korban Tak Lapor

Polisi Sulit Ungkap Teror Bom Molotov di Makassar karena Korban Tak Lapor

Regional
Masyarakat Masih Diskriminatif Terhadap Penyandang Disabilitas

Masyarakat Masih Diskriminatif Terhadap Penyandang Disabilitas

Regional
Bupati Ngawi Pilih Lantik Ratusan Kepala Desa di Benteng Van Den Bosch

Bupati Ngawi Pilih Lantik Ratusan Kepala Desa di Benteng Van Den Bosch

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X