Fenomena Hujan Es Sebesar Kelereng di Aceh Tengah Masuk Kategori Bencana Kabupaten

Kompas.com - 12/07/2019, 12:57 WIB
Suprihono (42), warga Kampung Paya Tungel, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah saat menunjukan hujan es yang terjadi pada Minggu (7/7/2019) siang di halaman rumahnya. KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SPSuprihono (42), warga Kampung Paya Tungel, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah saat menunjukan hujan es yang terjadi pada Minggu (7/7/2019) siang di halaman rumahnya.

TAKENGON, KOMPAS.com - Bencana hujan es yang melanda lima kampung di Kecamatan Jagong Jeget masih kategori bencana daerah, sehingga penangannya belum sampai ditingkat provinsi.

Demikian dikatakan Pelaksana Tugas Kasi Kedaruratan BPBD Aceh Tengah Fazli, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/7/2019).

"Itu bencana tingkat kabupaten, berdasarkan laporan BPBD Aceh Tengah, bantuan sedang kita proses, kemarin Kepala Pelaksana sudah datang kemari, jadi sudah dibicarakan," jelas Fazli.

Dilanjutkan, pihaknya sudah meminta kepada BPBD setempat untuk memberikan surat pernyataan bencana, laporan bencana, serta surat permintaan bantuan terkait kebutuhan yang diminta kepada BPBA," ucapnya.

Baca juga: Hujan Es Sebesar Kelereng di Aceh Tengah Sebabkan 695 Rumah Rusak

Setelah semua ada, maka BPBA akan memproses bantuan tersebut sesuai regulasi. Sementara untuk pengusulan tidak boleh lebih dari dua minggu.

"Informasi bencana ini sudah kita terima pada tanggal 8 lalu, karena tanggal 7 Juli kejadiannya," ungkapnya.

Mengenai bantuan yang akan diserahkan kepada BPBD Aceh Tengah yang akan disalurkan lanjut Fazli, pihaknya sudah menerima surat tersebut dan dalam waktu dekat akan diberikan untuk diserahkan kepada para korban bencana hujan es.

"Secara tersurat sudah diminta berupa seng, jumlahnya saya lupa pastinya, tetapi saat ini sedang dalam proses," tambah Fazli.

Baca juga: Fakta Hujan Es di Aceh Tengah, dari Setahun Sekali Terjadi, hingga Rumah Warga dan Kebun Kopi Rusak

Sebabkan 659 rumah warga rusak

Seorang warga menunjukkan butiran es ditangannya, butiran tersebut sebesar ukuran kelereng atau ukuran jempol orang dewasa. Butiran es tersebut dikumpulkan setelah peristiwa hujan es terjadi pada Minggu (7/7/2019) siang.KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SP Seorang warga menunjukkan butiran es ditangannya, butiran tersebut sebesar ukuran kelereng atau ukuran jempol orang dewasa. Butiran es tersebut dikumpulkan setelah peristiwa hujan es terjadi pada Minggu (7/7/2019) siang.
Seperti diberitakan sebelumnya, hujan es yang terjadi di Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Minggu (7/7/2019), menyebabkan 659 rumah warga rusak. 

Dampak hujan es yang melanda kawasan itu selama kurang lebih 10 menit menyebakan atap seng rumah warga berlubang dan tanaman, seperti kopi, cabai, dan bawang merah, rusak karena jatuhnya hujan es yang rata-rata bulat sebesar kelereng.

"Data terakhir yang kami dapatkan, rumah yang rusak di Kampung Bukit Kemuning berjumlah 38 rumah, sementara Paya Tungel 181 rumah, Jeget Ayu 162 rumah, Paya Dedep 129 rumah, Jagong Jeget 185 rumah, total 695 rumah," kata Kepala BPBD Aceh Tengah Thamrin Elashri, Rabu (10/7/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tersangkut Jaring Nelayan, Dua Ekor Dugong Mati di Laut Kepulauan Kei

Tersangkut Jaring Nelayan, Dua Ekor Dugong Mati di Laut Kepulauan Kei

Regional
Jokowi Lantik Kabinet Indonesia Maju, Risma Berharap Indonesia Lebih Baik

Jokowi Lantik Kabinet Indonesia Maju, Risma Berharap Indonesia Lebih Baik

Regional
Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Regional
Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Regional
Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Regional
Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Regional
Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Regional
LIPI: Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

LIPI: Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

Regional
2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

Regional
2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

Regional
Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Regional
Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Regional
Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Regional
Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Regional
Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X