Update Hari ke-13 Pencarain Helikopter MI-17 TNI yang Hilang di Papua

Kompas.com - 10/07/2019, 17:37 WIB
Kondisi pegunungan yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, saat cauca sedang cerah Dok Pendam XVII/CenderawasihKondisi pegunungan yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, saat cauca sedang cerah

JAYAPURA, KOMPAS.com - Proses pencarian Helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat yang hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sudah memasuki hari ke-13.

Hingga hari ini, Rabu (10/7/2019), Tim SAR darat maupun Tim SAR udara belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan helikopter tersebut.

"Sampai pukul 16.00 WIT, Tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan Heli MI-17 No Reg HA 5138. Pencarian akan dilanjutkan esok hari," ujar Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi, dalam keterangan tertulis, Rabu.

Menurut Dax, pencarian hari ini hanya bisa dilakukan melalui jalur darat, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Sejak pagi hingga siang hari, wilayah di Distrik Oksibil dan sekitarnya terus diguyur hujan dan tidak memungkinkan Tim SAR Udara untuk terbang.

"Pencarian dari udara hari ini terpaksa dibatalkan atas pertimbangan keselamatan penerbangan," kata Dax.

Baca juga: 8 Fakta Helikopter MI-17 Hilang Kontak, Sisir Wilayah Gunung Mol hingga Terkendala Cuaca Buruk

Sementara, pencarian melalui darat tetap dilakukan dalam cuaca hujan dan suhu yang dingin dengan wilayah pencarian di Distrik Okaom, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Sedangkan, pencarian di Kabupaten Jayapura masih dilakukan di sekitar Kampung Kaureh, Distrik Lereh.

Helikopter MI-17 milik TNI AD dikabarkan hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, pada 28 Juni 2019 lalu.

Baca juga: Fakta di Balik Pencarian Heli MI-17 di Papua, Heli Buatan Rusia hingga Pesawat CN235 MPA Diterjunkan

Pesawat tersebut membawa 12 orang, terdiri dari tujuh orang crew dan lima orang personil Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian Pos. Helikopter tersebut tengah melakukan misi pendorongan logistik (Dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab.

Bertolak dari distrik Okbibab, penerbangan dilanjutkan ke Bandara Oksibil untuk pengisian bahan bakar.

Pada pukul 11.44 WIT, Heli MI-17 take off dari Bandara Oksibil menuju Sentani. Sesuai perkiraan ekstimasi waktu, seharusnya Heli MI-17 mendarat di Sentani pukul 13.11 WIT.

Namun, belum ada komunikasi ataupun berita tentang keberadaan heli tersebut.

Selain pencarian dari Distrik Oksibil, kini Tm SAR Gabungan juga melakukan penyisiran di Distrik Lereh dan Airu, Kabupaten Jayapura. Hal tersebut dilakukan karena ada informasi dari warga di dua lokasi tersebut yang mengaku sempat mendengar bunyi helikopter pada 28 Juni 2019. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X