Cerita di Balik Calon Haji Batal Berangkat, Hamil 5 Bulan hingga Malu Pulang Kampung

Kompas.com - 09/07/2019, 13:55 WIB
Emawati (39) salah seorang calon jemaah haji asal, Sembalun, Lombok Timur batal berangkat ke tanah suci Mekah, karena dilaporkan hamil muda dengan usia kandungan dibawah 14 minggu dan dianggap berbahaya untuk kesehatannya dan kandungannya. FITRI RACHMAWATIEmawati (39) salah seorang calon jemaah haji asal, Sembalun, Lombok Timur batal berangkat ke tanah suci Mekah, karena dilaporkan hamil muda dengan usia kandungan dibawah 14 minggu dan dianggap berbahaya untuk kesehatannya dan kandungannya.

KOMPAS.com — Rencana Emawati, calon haji asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ( NTB), untuk berangkat haji tahun ini terpaksa batal. Pasalnya, Emawati diketahui sedang hamil 5 bulan.

Petugas pun meminta Emawati untuk menunda keberangkatan karena penerbangan selama 11 jam ke Mekkah akan membahayakan bayi yang dikandungnya.

Sementara itu, hal serupa dialami Marhamah (50). Calon haji asal Lombok ini mengalami hamil di luar kandungan.


Akibatnya, Marhamah terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami pendarahan.

Berikut ini sejumlah fakta gagalnya dua calon haji asal NTB yang gagal berangkat ke Tanah Suci: 

1. Hamil 5 bulan gagal berangkat haji

Ilustrasi hamilHoneyriko Ilustrasi hamil

Emawati, perempuan asal Sembalun Bumbung ini, berulang kali meyakinkan petugas kesehatan jika dia bisa menjaga kesehatan dan janinnya.

Namun, upayanya sia-sia sebab janin yang baru berusia 5 bulan memang tidak memenuhi syarat untuk terbang selama 11 jam ke Mekkah. Penerbangan selama itu menyebabkan dia rawan keguguran atau pendarahan.

Pihak keluarga pun berusaha membujuk Emawati untuk menuruti anjuran petugas. Amaq Agra, sang adik, juga turut berupaya menenangkan Emawati. Dia menjemput kakaknya yang gagal mencium Kabah tersebut.

Baca juga: Kisah Penjual Rujak Naik Haji: Nabung Rp 5.000 Per Hari, Serasa Mimpi Namanya Dipanggil

2. Malu pulang kampung karena gagal berangkat haji

Ilustrasi calon jemaah haji Surya/Ahmad Zaimul Haq Ilustrasi calon jemaah haji

Pihak keluarga menjelaskan, Emawati tidak menyangka gagal berangkat ke Tanah Suci.

Dirinya juga merasa malu untuk pulang ke kampung halaman karena sudah berpamitan hendak pergi ke Mekkah.

"Dia kakak saya. Bagaimanapun dia pasti malu pulang kampung, tapi daripada membahayakan keselamatannya lebih baik tahun depan kami mengantarnya lagi," kata Amaq Agra, Sabtu.

Sanak saudara Emawati terus menguatkan dan meneguhkan hatinya agar tidak malu pulang kampung.

Baca juga: 5 Fakta Penjual Kerupuk Naik Haji, Menunggu 28 Tahun hingga Wujudkan Wasiat Bapak

3. Marhamah batal berangkat karena hamil di luar kandungan

Ilustrasi rumah sakitSHUTTERSTOCK Ilustrasi rumah sakit

Hal serupa menimpa calon haji asal Lombok Timur, Marhamah (50). Ia gagal berangkat karena hamil di luar kandungan dan mengalami pendarahan.

Hingga Minggu (7/7/2019), Marhamah masih dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB hingga kondisinya membaik.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Mataram Wayan Diantika memberikan alasan melarang dua calon jemaah haji terbang ke Mekkah.

Menurut dia, keduanya batal berangkat karena kehamilan mereka sangat berisiko, apalagi jika terbang selama 11 jam.

"Jika usia kehamilan sebelum 14 minggu dan setelah 26 minggu, risiko mengalami keguguran dan pendarahan. Buat apa kita berangkat ke Tanah Suci kalau berdarah tidak boleh masuk masjid, tidak boleh ibadah, kan rugi," kata Wayan.

Baca juga: Keberangkatan Tiga Calon Jemaah Haji Ditunda karena Sakit dan Hamil

4. Dijamin berangkat tahun depan

Suasana pemberangkatan calon jemaah haji Kloter o2 asal Cianjur, Jawa Barat di Asrama Haji Kantor Kemenag Cianjur, Sabtu (06/07/2019)KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Suasana pemberangkatan calon jemaah haji Kloter o2 asal Cianjur, Jawa Barat di Asrama Haji Kantor Kemenag Cianjur, Sabtu (06/07/2019)

Menurut Wayan Diantika, Emawati dan Marhamah tidak perlu khawatir akan gagal naik haji.

Kementerian Agama sudah memberikan jaminan kepada kedua calon haji tersebut atau ada jemaah haji yang dibatalkan berangkat karena alasan kesehatan, tahun berikutnya atau tahun depan akan diprioritaskan.

"Tidak perlu membayar apa-apa lagi, tinggal menjaga kesehatan, tahun depan bisa berangkat," katanya.

Menurut Wayan, tahun 2019 ini tercatat 4.911 calon jemaah haji akan berangkat ke Tanah Suci, termasuk tim medis dan petugas haji.

Baca juga: Cerita Calon Jemaah Haji Emawati, Malu Pulang Kampung Lantaran Gagal Naik Haji

5. Batal berangkat karena serangan jantung 

Ilustrasi serangan jantungShutterstock Ilustrasi serangan jantung

Indit Nindit Oon (73), seorang calon jemaah haji asal Kota Tasikmalaya, terkena serangan jantung saat akan berangkat ke embarkasi haji di Bekasi, Senin (8/7/2019).

Berdasarkan data yang diperoleh, Indit tiba-tiba tak sadarkan diri saat tiba bersama jemaah haji lainnya di Gedung Dakwah, Kota Tasikmalaya, Senin pagi.

Pria tersebut tercatat di Kloter 9 sebagai rombongan pertama yang akan berangkat ke Tanah Suci dari Kota Tasikmalaya.

"Sempat terlihat tak sadarkan diri. Para petugas pun langsung berupaya melarikan Indit ke rumah sakit, meninggalkan rombongan yang siap berangkat ke lokasi embarkasi," kata salah satu anggota tim kesehatan haji Kota Tasikmalaya, Ceffy Rachmat.

Petugas memastikan Indit batal berangkat setelah menjalani pemeriksaan tim dokter.

"Kami bawa ke Jasa Kartini untuk minta persetujuan dari dokter apakah bisa berangkat atau tidak. Tapi kondisinya ternyata tak memungkinkan," kata Kepala Seksi Urusan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Asep Toni Supriatna. 

Baca juga: Sesaat Akan Berangkat ke Tanah Suci, Kakek Ini Kena Serangan Jantung

Sumber: KOMPAS.com (Fitri Rachmawati)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X