BPBD Ternate: Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan

Kompas.com - 08/07/2019, 10:20 WIB
Gempa bermagnitudo 7.0 mengguncang kawasan Ternate, Maluku Utara, Minggu (7/7/2019), pukul 22.08 WIB. Gempa berpotensi tsunami. dok BMKGGempa bermagnitudo 7.0 mengguncang kawasan Ternate, Maluku Utara, Minggu (7/7/2019), pukul 22.08 WIB. Gempa berpotensi tsunami.

TERNATE, KOMPAS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kota Ternate, Maluku Utara, belum mendapatkan laporan adanya kerusakan bangunan akibat gempa bermagnitudo 7,1 hingga Senin (08/07/2019), pukul 02:51 Wit dini hari.

Meski begitu, BPBD Ternate hingga saat ini masih siaga dalam rangka mengantisipasi adanya gempa susulan.

"Sejauh ini, belum ada laporan adanya kerusakan bangunan akibat gempa tadi," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ternate Mansur P Mahli kepada Kompas.com di kantor BPBD.

Baca juga: BNPB Belum Terima Informasi Detail soal Korban dan Kerusakan akibat Gempa M 7

Menurut Mansur, BPBD hingga Senin pagi masih akan memantau lokasi di sejumlah titik, soal ada tidaknya kerusakan bangunan akibat gempa bumi.

Dia juga mengimbau kepada warga yang mengungsi mandiri, agar kembali ke rumah masing-masing. Namun, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan seiring dengan dicabutnya peringatan dini tsunami.

Baca juga: Gempa Berpotensi Tsunami di Ternate Semalam, Begini Analisis BMKG

Baca juga: Gempa Susulan di Maluku Utara pada Senin Pagi, Tak Berpotensi Tsunami

Sementara itu, pantauan Kompas.com hingga berita ini tayang, masih ada beberapa warga yang bertahan di pengungsian.

Mereka melakukan evakuasi mandiri ke rumah keluarga maupun kerabat di daerah ketinggian.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Jadi Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Madiun, Ibu Rumah Tangga Divonis 18 Tahun Penjara

Regional
Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Regional
Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Regional
Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Regional
Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Regional
LIPI: Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

LIPI: Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

Regional
2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

Regional
2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

Regional
Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Regional
Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Regional
Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Regional
Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Regional
Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Regional
Di Daerah Ini Warga Harus Inden Sepekan untuk Dapatkan Air Bersih

Di Daerah Ini Warga Harus Inden Sepekan untuk Dapatkan Air Bersih

Regional
Tak Bisa Dipisahkan, Bayi Kembar Siam di Bali Diperbolehkan Pulang

Tak Bisa Dipisahkan, Bayi Kembar Siam di Bali Diperbolehkan Pulang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X