4 Alasan Polisi Belum Mengungkap Pelaku Teror terhadap Direktur Walhi NTB

Kompas.com - 04/07/2019, 10:31 WIB
Ilustrasi api.
PIXABAY/Myriams-FotosIlustrasi api.

MATARAM, KOMPAS.com - Advokat pembela HAM Dwi Sudarsono meminta Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil alih kasus dugaan rencana pembunuhan dan pembakaran rumah Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (  Walhi) NTB, Murdani.

Dwi menilai, belum adanya titik terang mengenai pelaku, karena Polres Lombok Tengah keterbatasan alat untuk melacak keberadaan pelaku.

"Polda NTB harus mengambil alih pemeriksaan kasus ini, karena Polres Lombok Tengah tidak memiliki teknologi untuk menemukan pemilik akun Facebook yang dicurigai sebagai pelaku," ujar Dwi dalam jumpa pers, Rabu (3/7/2019).

Baca juga: Direktur Walhi NTB Diteror, Rumah Dibakar dan Dugaan Percobaan Pembunuhan

Dari Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pada Maret lalu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah menyatakan bahwa penyidik belum menemukan tersangka atau pelaku dari kejadian ini. Ada 4 hal yang menjadi alasan.

Pertama, polisi menerangkan bahwa pihaknya belum memeroleh bukti yang mengarah terhadap pelaku pembakaran. Kedua, polisi belum menemukan saksi yang melihat secara langsung maupun saksi petunjuk yang mengetahui saat pelaku melakukan pembakaran.

Ketiga, dari hasil ekstrak data ponsel milik orang yang dicurigai terkait permasalahan tambang, tidak ditemukan kejanggalan, baik percakapan maupun komunikasi pesan singkat atau SMS.

Keempat, dari hasil pengecekan kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di tempat kejadian perkara, tidak terdapat dokumen rekaman di dalamnya. Sebab, saat itu CCTV tidak aktif bukan karena terhalang sesuatu.

Baca juga: Ratusan Warga dan Aktivis Desak Pembakar Rumah Direktur Walhi NTB Ditangkap

Menanggapi alasan tersebut, Dwi meminta polisi mengklasifikasi 33 saksi dan mendalami pemeriksaan saksi-saksi yang diduga paling mengetahui kasus ini. Kuasa hukum Murdani juga meminta penyidik memeriksa saksi lain yang disebut dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Teror terhadap Murdani dan keluarganya terjadi pada 28 Januari 2019 lalu, di Dusun Gundul Desa Menemeng, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah.

Murdani mencurigai, pembakaran rumahnya dilakukan oleh orang yang merasa keberatan atas apa yang dilajukannya bersama warga, yaitu menolak tambang pasir atau galian ilegal di dusun tempat tinggalnya.

Pelaku menyebabkan terbakarnya ruangan rumah dan dua mobil milik Murdani.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Regional
Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Regional
Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Regional
Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Regional
Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Regional
Minimalisir Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Wajibkan Warga Pakai Masker Kain

Minimalisir Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Wajibkan Warga Pakai Masker Kain

Regional
Ridwan Kamil Siapkan Hotel Grand Preanger untuk Tempat Tinggal Para Tenaga Medis

Ridwan Kamil Siapkan Hotel Grand Preanger untuk Tempat Tinggal Para Tenaga Medis

Regional
Cuek 'Dugem' Saat Wabah Corona, 71 Pengunjung Hotel di Batam Diamankan

Cuek "Dugem" Saat Wabah Corona, 71 Pengunjung Hotel di Batam Diamankan

Regional
Masuk Zona Merah Covid-19, Gubernur Sulsel Pikir-pikir Terapkan PSBB

Masuk Zona Merah Covid-19, Gubernur Sulsel Pikir-pikir Terapkan PSBB

Regional
3 Warga Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Minum Kopi di Pondok

3 Warga Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Minum Kopi di Pondok

Regional
2 Pasien Positif Corona Meninggal dalam 2 Hari, Salah Satunya PDP asal Mimika

2 Pasien Positif Corona Meninggal dalam 2 Hari, Salah Satunya PDP asal Mimika

Regional
Disidangkan Lewat Video Conference, Mantan Bupati Bengkayang Dituntut 6 Tahun Penjara

Disidangkan Lewat Video Conference, Mantan Bupati Bengkayang Dituntut 6 Tahun Penjara

Regional
Ringankan Dampak Corona, Bupati Natuna Tangguhkan Angsuran Pinjaman Koperasi hingga 30 April

Ringankan Dampak Corona, Bupati Natuna Tangguhkan Angsuran Pinjaman Koperasi hingga 30 April

Regional
KM Lambelu Dilarang Bersandar karena ABK Diduga Terjangkit Covid-19, Penumpang Teriak dan Lompat ke Laut

KM Lambelu Dilarang Bersandar karena ABK Diduga Terjangkit Covid-19, Penumpang Teriak dan Lompat ke Laut

Regional
Terharu Terima Bantuan, Mulyono Pengemudi Ojol: Saya Orang Kecil, Dapat Santunan dari Orang-orang Besar

Terharu Terima Bantuan, Mulyono Pengemudi Ojol: Saya Orang Kecil, Dapat Santunan dari Orang-orang Besar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X