Berkat Tugas Cuci Sepatu Bermodal Rp 100.000, Bisnis Refaldy Kini Beromzet Miliaran Rupiah

Kompas.com - 01/07/2019, 06:49 WIB
Owner Sneaklin, Refaldy Fauzi. KOMPAS.com/RENI SUSANTIOwner Sneaklin, Refaldy Fauzi.

BANDUNG, KOMPAS.com – Refaldy Fauzi merenung. Tugas dosen kewirausahaan yang menantang ia dan mahasiswa lainnya membuat bisnis dengan modal Rp 100.000 cukup menguras pikirannya.

Beberapa kali ide muncul, namun mentah lagi. Sebab ia ingin menyuguhkan bisnis baru yang belum pernah ada.

Hingga suatu hari, ia harus mencuci sepatu, aktivitas yang menjadi hobinya sejak kecil. Saat sedang mencuci sepatu, ide baru terlintas.

Ia kemudian berselancar di dunia maya dan dengan keteguhan hati memutuskan untuk membuat bisnis cuci sepatu.

Baca juga: Mengenal Luki, Petani yang Sukses Budidayakan Jagung Warna-warni

“Ketika cari di internet, belum ada bisnis yang bener-bener konsen pada cuci sepatu. Kalau yang gabung dengan laundry baju banyak,” ujar Refaldy kepada Kompas.com mengenang masa lalunya, Rabu (26/6/2019).

Awalnya sasar sepatu teman kampus

Setelah yakin dengan idenya, saat itu, Oktober 2013 ia membuat business plan dan menamakan usahanya “Sneaklin”. Sneaklin berasal dari kata sneakers dan clean yang artinya sepatu yang bersih.

Ia lalu membelanjakan modal Rp 100.000 untuk sabun, sikat, dan packaging. Dari uang Rp 100.000, hanya habis Rp 88.000.

“Customer pertama ya teman kelas. Saat itu harganya Rp 10.000 per pasang,” tutur pria kelahiran Bandung, 1 Agustus 1993 ini menjelaskan.

Dalam waktu 3 bulan, ia mampu membersihkan 250 pasang sepatu. Namun bukan hal mudah menjalankannya.

Baca juga: Sutrisno, Penjual Mi Lidi Berdasi, yang Sukses Curi Perhatian Pembeli

Setiap pagi saat pergi ke kampusnya di Universitas Widyatama, ia membawa tas besar berisi sepatu bersih teman-temannya. Saat pulang kuliah, tas tersebut diisi sepatu kotor.

Sesampainya di rumah di Jalan Katamso, ia mencuci sepatu hingga larut malam. Kadang ia harus terjaga mencuci sepatu hingga pukul 01.00 dini hari.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Rumah Sakit di Bangka Ingin Kembangkan Pengobatan Cuci Otak Menkes Terawan

Regional
Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Fakta Syahrul Yasin Limpo, Miliki Banyak Prestasi hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian

Regional
Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Acungkan Sabit, Preman Rampas Uang Wisatawan di Pantai Petanahan

Regional
Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Fakta di Balik Nenek Luspina Hidup Menahan Lapar Digubuk Reyot Tanpa Listrik

Regional
LIPI: Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

LIPI: Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" Bisa Dijelaskan secara Ilmiah

Regional
2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

2020, UMP Jateng Bakal Naik Jadi Rp 1,7 Juta

Regional
2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

Regional
Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Air Sumur Dikira Mendidih di Ambon, Ini Kata LIPI

Regional
Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Pemprov Kaltim Akan Undang Kerabat Kesultanan Kutai Bahas soal Ibu Kota Negara

Regional
Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Regional
Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Tersangka Kuras Dana Nasabah BNI Ambon dengan Tawarkan Produk Imbal Hasil. Ini Kronologinya...

Regional
Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Ganjar Pranowo Sebut Kabinet Indonesia Maju Sesuaikan Perkembangan Zaman

Regional
Di Daerah Ini Warga Harus Inden Sepekan untuk Dapatkan Air Bersih

Di Daerah Ini Warga Harus Inden Sepekan untuk Dapatkan Air Bersih

Regional
Tak Bisa Dipisahkan, Bayi Kembar Siam di Bali Diperbolehkan Pulang

Tak Bisa Dipisahkan, Bayi Kembar Siam di Bali Diperbolehkan Pulang

Regional
PLN Tergatekan 320 Desa di Pedalaman Papua Dialiri Listrik Tahun Ini

PLN Tergatekan 320 Desa di Pedalaman Papua Dialiri Listrik Tahun Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X