Kata Ganjar Soal Sistem Zonasi: Jangan Khawatir, Semua Pasti Dapat Sekolah...

Kompas.com - 28/06/2019, 16:48 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tinjau kesiapan PPDB Online SMA di Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/6/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIGubernur Jateng Ganjar Pranowo tinjau kesiapan PPDB Online SMA di Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/6/2019).

SOLO, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meninjau kesiapan penerimaan peserta didik baru ( PPDB) online SMA/SMK Jateng 2019 di SMAN 1 Surakarta, Jalan Monginsidi No 40, Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/6/2019).

Ganjar mengatakan tinjauannya tersebut dilakukan karena banyak protes masyarakat terkait persoalan sistem zonasi serta kuota anak berprestasi pada PPDB SMA yang dinilai sedikit.

"Terus terang kami tidak hari ini. Sejak aturan persentase untuk anak-anak berprestasi itu ramai dibicarakan, kami sudah bicara langsung dengan Menteri (Mendikbud). Alhamdulillah hari ini kuota itu ditambah," kata Ganjar, Jumat.

Selain kuota ditambah, kata Ganjar, dalam pembicaraannya dengan Mendikbud juga disampaikan, di beberapa SMA di wilayah Jateng ada yang masih kekurangan murid.


Baca juga: 4 Fakta Siswa Berprestasi Bakar 15 Piagam, Kecewa Tak Masuk SMP Impian hingga Ditolak karena Sistem Zonasi

"Bahkan, hari ini ada potensi sekolah muridnya hanya sedikit. Wonogiri, Kendal, Patean itu sudah pendaftaran, hanya enam siswa. Bayangin itu akan kurang murid," katanya.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi adanya sekolah yang kekurangan murid, pihaknya telah membuat sistem PPDB online bekerja sama dengan Telkom.

Dalam sistem ini calon siswa bisa masuk ke luar zona. Namun, jika tidak lolos bisa masuk ke dalam zona.

"Jadi, kalau masuk ke luar zona tidak bisa, bisa ke zona urutan pertama, kemudian kedua dan terakhir ketiga. Jarak ini untuk mengamankan anak-anak ini dapat sekolah. Jangan khawatir pasti dapat sekolah," kata Ganjar.

Baca juga: Zonasi PPDB Dinilai Hilangkan Sekolah Favorit, Apa Pendapat Guru?

Ganjar akan rotasi guru berprestasi

Ganjar menilai sistem zonasi bagus untuk diterapkan, tetapi butuh waktu membuat semua sekolah tersebut favorit.

Ganjar pun menyatakan dirinya memiliki tugas untuk memfavoritkan seluruh sekolah di Jateng.

Caranya adalah dengan memindahkan para guru yang berprestasi di sekolah favorit tersebut ke sekolah lain sehingga ada kesempatan yang sama antara siswa sekolah satu dan sekolah lainnya.

"Di banyak sekolah favorit dulu anaknya sudah hebat. Gurunya diam saja anaknya sudah pintar sendiri. Hari ini kita butuh anak-anak yang kemampuannya kurang, butuh fasilitas, guru yang hebat sehingga pemerataan sekolah yang dulu dikasih judul favorit masyarakat itu bisa kita bikin semuanya begitu," katanya.

Baca juga: Aplikasi Zonasi Eror, Orangtua Murid Geruduk Posko PPDB Kalbar

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Muda Ini Terkejut Ada 4 Janin Kembar Saat Kehamilan Bulan Keempat, Sebelumnya Hanya 2 Janin

Ibu Muda Ini Terkejut Ada 4 Janin Kembar Saat Kehamilan Bulan Keempat, Sebelumnya Hanya 2 Janin

Regional
Udang Cantik Asal Sulawesi Terancam Punah karena Pencemaran Lingkungan

Udang Cantik Asal Sulawesi Terancam Punah karena Pencemaran Lingkungan

Regional
Detik-detik Kecelakaan Ambulans Jenazah Tabrak Truk yang Tewaskan 5 Orang

Detik-detik Kecelakaan Ambulans Jenazah Tabrak Truk yang Tewaskan 5 Orang

Regional
Cerita Ibu Hamil 8 Bulan Terpapar Kabut Asap di Riau, Khawatirkan Bayi di Kandungan

Cerita Ibu Hamil 8 Bulan Terpapar Kabut Asap di Riau, Khawatirkan Bayi di Kandungan

Regional
Polisi Sebut Telah Menggeledah Rumah Veronica Koman di Jakarta

Polisi Sebut Telah Menggeledah Rumah Veronica Koman di Jakarta

Regional
Video Asusila Berseragam ASN di Jabar Ternyata Guru Honorer di Purwakarta

Video Asusila Berseragam ASN di Jabar Ternyata Guru Honorer di Purwakarta

Regional
Keluarga Ibu Muda yang Lahirkan Bayi Kembar 4 Tak Punya Riwayat Keturunan Kembar

Keluarga Ibu Muda yang Lahirkan Bayi Kembar 4 Tak Punya Riwayat Keturunan Kembar

Regional
Remaja Perkosa Saudari Kandung Gara-gara Video Porno

Remaja Perkosa Saudari Kandung Gara-gara Video Porno

Regional
Ratusan Pekerja Sawit Asal NTT Diberhentikan Tanpa Pesangon

Ratusan Pekerja Sawit Asal NTT Diberhentikan Tanpa Pesangon

Regional
Sungai Cileungsi Kotor Parah, Kang Emil Ambil Tindakan Tegas

Sungai Cileungsi Kotor Parah, Kang Emil Ambil Tindakan Tegas

Regional
Zaenal Tak Hanya Dipukul di Halaman Satlantas, tetapi Juga di Mobil Patroli Polisi

Zaenal Tak Hanya Dipukul di Halaman Satlantas, tetapi Juga di Mobil Patroli Polisi

Regional
Rusunawa Kaligawe Dilapori Warga Kotor, Wali Kota Hendi Turun Langsung Kerja Bakti

Rusunawa Kaligawe Dilapori Warga Kotor, Wali Kota Hendi Turun Langsung Kerja Bakti

Regional
Cerita Pilu Gadis Remaja Disekap 4 Hari dan Diperkosa di Rumah Kosong

Cerita Pilu Gadis Remaja Disekap 4 Hari dan Diperkosa di Rumah Kosong

Regional
Seluruh Wanita di Desa Ini Diteror Pria Cabul Sejak 2018, Ini Modusnya

Seluruh Wanita di Desa Ini Diteror Pria Cabul Sejak 2018, Ini Modusnya

Regional
Kebakaran Hutan Gunung Merbabu Masih Terjadi di Wilayah Boyolali

Kebakaran Hutan Gunung Merbabu Masih Terjadi di Wilayah Boyolali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X