Bupati Hasto: Sultan Tidak Keberatan Ada Tol Pendukung YIA, Tapi...

Kompas.com - 27/06/2019, 18:14 WIB
Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, usai meresmikan Pasar Bela Beli Barat Teteg di Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.com/DANI JBupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, usai meresmikan Pasar Bela Beli Barat Teteg di Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Rencana jalan tol melewati Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY), tetap bisa diwujudkan. Keberadaan tol nanti sekaligus mendukung operasional Bandar Udara Yogyakarta International Airport ( YIA) di Kecamatan Temon.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengungkapkan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X sejatinya tidak pernah menolak adanya jalan tol sepanjang memberi keuntungan bagi warga Yogyakarta.

Namun, ada beberapa pertimbangan bila jalan tol ini nanti dibangun. Sebagai kepala daerah, Hasto mengaku dirinya mendukung keinginan Gubernur DIY ini.

“Ngarso Dalem Sultan tidak keberatan dengan syarat sepanjang tidak melewati bandara (YIA) dan tidak merugikan warga. Kuncinya dua itu,” kata Hasto usai meresmikan Pasar Bela Beli Barat Teteg (pintu kereta api) di Kota Wates, Kulon Progo, Kamis (27/6/2019).


Baca juga: Sri Sultan: Tol Jangan Membelah Bantul, Lewat Pinggir Rel Saja...

Dengan sikap Sultan ini, pembangunan tol bisa jadi lebih cepat untuk dimulai. Hasto mengatakan, tentu diawali dengan Detail Engineering Design (DED) terlebih dahulu dan BUMN akan terlibat dalam pembangunan tol tersebut. Ia mengharapkan, DED bisa dimulai di 2019 ini.

Dalam rancangannya, jalan tol nanti idealnya bisa dibangun menjauh dari bandara atau setidaknya sejauh 3 kilometer dari YIA.

Tol bisa jadi akan dibangun baik ada flyover maupun ada underpass dan tidak banyak menggusur warga.

Harapannya pula tol dibangun dekat dengan jalur kereta api dan karena tidak banyak penghuni.

Baca juga: Sri Sultan: Jika Pemda dan Masyarakat Tak Kreatif, Seperti Raksasa yang Tidur Lelap...

Kekhawatiran Sultan

Selama ini, menurut Hasto, Sultan hanya mengawatirkan warga akan tidak banyak diuntungkan pada keberadaan tol ini.

“Makanya tidak boleh masuk ke bandara dan harus berjarak dari bandara, agak ke Utara. Ini supaya orang masih bisa berhenti di Kulon Progo. Rest area juga tidak boleh dikuasai tol, harus dikuasai rakyat Kulon Progo,” kata Hasto.

Hasto mengatakan, pemerintahannya tentu mendukung niat Sultan. Lagipula, Kulon Progo dan YIA memang memerlukan konektivitas ke semua daerah.

“Tetapi, jangan merugikan warga. Dua kepentingan itu bisa saja terpenuhi lho, konektivitas terpenuhi, warga tidak dirugikan,” kata Hasto.

Baca juga: 5 Fakta Polemik Proyek Jalan Tol di Yogyakarta, Alasan Sri Sultan Menolak hingga Jalur ke YIA Selain Lewat Tol

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X