Bukan Sulap Bukan Sihir, Steve Ewon Tangkap Ular dengan Cara Hipnotis

Kompas.com - 27/06/2019, 09:11 WIB
Steve Ewon. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.Steve Ewon.


BANDUNG, KOMPAS.com - Sebagian besar warga Jawa Barat pasti ingat dengan nama Steve Ewon.

Dia adalah pawang ular yang pernah menghiasi layar kaca dengan program menangkap ular liar di alam bebas, di salah satu televisi swasta.

Tapi, cara menangkap ular liar yang dilakukan Steve Ewon bisa dikatakan unik dan beda dari pawang ular kebanyakan. Dalam setiap aksinya, dia mengaku menggunakan hipnotis untuk menjinakkan seekor ular.

Baca juga: Mengenal Steve Ewon, Pemilik Rumah Ular yang Dihuni 12 Sanca

“Itu yang membedakan saya dengan pawang ular lainnya. Kalau saya lebih memilih menggunakan hipnotis,” kata Ewon, saat ditemui di Rumah Ular, di Gang Masjid Al-Muminun, Kampung Cisarua, Desa Kertawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

Pria kelahiran Majalengka berusia 41 tahun ini mengatakan, kemampuan menghipnotis binatang terutama ular, dipelajarinya secara otodidak selama menjalani profesi sebagai pawang ular yang dimulainya pada tahun 1996 silam.

Kunci utamanya menurut dia mengetahui sifat dan perilaku binatang yang akan dihipnotis.

“Caranya adalah dengan lebih mengenal karakter A, B, C si binatang. Di situ kita harus tahu kelemahannya apa, maunya apa. Bahkan di ular atau biawak, ada titik syaraf yang kalau kita tekan sedikit dia akan pura-pura mati,” ujar dia.

Tidak hanya wajib mengenal karakter binatang, lanjut Ewon, khusus untuk ular terutama jenis piton, kecepatan, kekuatan serta kepercayaan diri, juga menjadi kunci utama dalam menggunakan teknik hipnotis.

Caranya, kata Ewon, adalah membuat gerakan yang tidak bisa diduga oleh ular. Ular harus dipegang titik lemahnya secepat kilat.

Pada saat itulah proses hipnotis bisa dilakukan lebih efektif.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X