Gelombang Tinggi, Pencarian Mantan Pemain Persis Solo yang Hilang di Pantai Menggunakan "Drone"

Kompas.com - 23/06/2019, 14:29 WIB
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap mantan pemain Persis Ferry Anto Saputro yang tenggelam  di Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian pada hari Minggu (23/6/2019) Dokumentasi Basarnas YogyakartaTim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap mantan pemain Persis Ferry Anto Saputro yang tenggelam di Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian pada hari Minggu (23/6/2019)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian mantan pemain Persis Solo Ferry Anto Eko Saputro (34), yang terseret ombak di Pantai Baru, Bantul Kamis (20/6/2019).

Saat ini, tim SAR baru menemukan celana yang dikenakan Ferry.

Sekretaris SAR Satlinmas wilayah IV Bantul, Nugroho mengatakan jika pencarian hari Minggu (23/6/2019) dilakukan melalui jalur darat dengan melakukan penyisiran. pantai oleh puluhan tim SAR gabungan.

"Hari ini kembali dilakukan pencarian. Penyisiran pada siang hari dan malamnya dilakukan pemantauan di posko," katanya saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Minggu.

Baca juga: Hilang 3 Hari, Baru Anak Mantan Pemain Persis Solo yang Ditemukan, Ferry dalam Pencarian

Ia menjelaskan jika tingginya gelombang Pantai Selatan Jawa membuat tim SAR gabungan tidak bisa menggunakan kapal untuk melakukan pencarian melalui laut.

Penyisiran darat tidak hanya dilakukan Tim SAR gabungan di Pantai Baru, namun juga Tim SAR Satlinmas Wilayah V Kulon Progo.

Sementara itu, Sabtu (22/6/2019) jenazah Freya Fajrina Dwi Saputri (7), anak Ferry ditemukan meninggal di Pantai Trisik, Kulon Progo. Selain itu. tim SAR juga menemukan celana yang digunakan Ferry saat terseret ombak.

"Kemarin celananya Ferry yang ketemu, sekitar 500 meter di sebelah timur TKP," ucapnya.

Humas Basarnas Yogyakarta Pipit Eriyanto menambahkan, pencarian akan dilakukan sampai tujuh hari sesuai UU No 29 Tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan.

"Semoga secepatnya ketemu," katanya.

Baca juga: Ayah Ferry Anto Ungkap Firasat Sebelum Anak dan Cucunya Hilang Terseret Ombak

Untuk mencari Ferry, pencarian tim dibagi menjadi tiga tim. Untuk tim satu menyisir ke barat di sowangan dan pencarian menggunakan drone. Tim kedua melakukan penyisiran ke arah timur sekitar 1 kilometer dari TKP. Sementara tim ketiga melakukan pemantauan di sekitar lokasi musibah.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X