Surat Pernyataan Siap Dikutuk dalam Pengajuan SKTM di Gunungkidul Direvisi

Kompas.com - 20/06/2019, 15:54 WIB
Surat pernyataan Saat Mengajukan SKTM di Gunungkidul KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Surat pernyataan Saat Mengajukan SKTM di Gunungkidul

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Pernyataan bersedia dikutuk dalam pengajuan Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM) di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, akhirnya direvisi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul Siwi Irianti menyampaikan, pihaknya sudah membuat dua draf terkait perubahan surat pernyataan mengajukan SKTM. Draf tersebut akan diajukan ke bupati dan menunggu persetujuan hingga nantinya digunakan.

"Akan diajukan dua draf tinggal ibu (Bupati Badingah) mau memilih yang mana." katanya saat ditemui Kompas.com di sela syawalan dengan gubernur DIY di Bangsal sewoko Projo Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Ini Alasan Muncul Pernyataan Bersedia Dikutuk Sesuai Agama yang Dianut dalam SKTM di Gunungkidul

Dalam draf yang baru akan memuat kalimat yang lebih halus sehingga tidak melukai perasaan.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, pihaknya belum menerima draf yang diajukan Dinas Sosial.

Namun, pihaknya berharap dalam membuat surat pernyataan, sebaiknya tidak menggunakan kata-kata yang menyakitkan bagi masyarakat.

"Belum sampai. Saya menyarankan buatlah kata-kata yang menyejukkan," katanya

Baca juga: Pengajuan SKTM di Gunungkidul Berisi Pernyataan Siap Dikutuk Sesuai Agama yang Dianut

Dia berharap masyarakat dalam mengajukan SKTM memberikan data yang sebenarnya. Ini agar bantuan tidak salah sasaran. Selain merugikan pemerintah, juga bantuan tersebut lebih baik diserahkan ke masyarakat yang berhak menerima. 

Sebelumnya, Dinas Sosial Gunungkidul menerbitkan surat dalam rangka tertib administrasi, sejak 1 Maret 2019.

Penerbitan ini berpedoman Peraturan Bupati Nomor 98 Tahun 2017 Tentang strategi Penanggualangan Kemiskinan Daerah Kabupaten GunungkidulTahun 2017-2022 dalam pengeluaran Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Surat itu menyebut siap dikutuk menurut agama masing-masing jika warga berbohong saat mengisi data diri.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X