Pelaku Pembunuhan Taruna ATKP Makassar Disidang 24 Juni 2019

Kompas.com - 20/06/2019, 14:25 WIB
Rekonstruksi pembunuhan mahasiswa ATKP Makassar di kampus ATKP, Senin (18/3/2019). KOMPAS.com/HIMAWAN Rekonstruksi pembunuhan mahasiswa ATKP Makassar di kampus ATKP, Senin (18/3/2019).


MAKASSAR, KOMPAS.com - Muhammad Rusdi (21), terdakwa kasus penganiayaan yang berujung tewasnya taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar Aldama Putra segera disidangkan di Pengadilan Negeri Makassar pada 24 Juni 2019 mendatang.

Kepastian ini diungkapkan Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum Tabrani saat ditemui di PN Makassar.

Menurut Tabrani, pihaknya sudah menyelesaikan berkas dakwaan untuk Muhammad Rusdi yang juga merupakan taruna tingkat 2 di ATKP Makassar.

Baca juga: Senior Taruna ATKP yang Bunuh Adik Kelasnya Didakwa Pasal Berlapis

"Tetap yang primair itu Pasal 338 KUHP, yaitu melakukan penganiayaan yang berujung kematian," kata Tabrani saat menjelaskan isi dakwaan yang akan dibacakan di sidang perdana.

Tabrani mengatakan, pihaknya masih belum merinci jumlah saksi yang akan dihadirkan dalam proses pembuktian mendatang. Menurutnya, timnya akan fokus pada eksepsi terdakwa jika pihak terdakwa keberatan dengan dakwaan yang diberikan jaksa penuntut umum.

"Masih belum kami rincikan karena pihak terdakwa juga belum mengajukan eksepsi," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tersangka didakwa Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara. Selain itu, taruna tingkat II ATKP Makassar itu juga didakwa pasal 354 ayat 2 KUHP serta lebih subsidair lagi pasal 351 ayat (3) KUHP.

Dakwaan ini tidak jauh beda dengan pasal yang disangkakan penyidik Polrestabes Makassar sewaktu melimpahkannya ke Kejaksaan Negeri Makassar pada 28 Mei lalu. Rusdi disangkakan pasal kejahatan terhadap nyawa.

"Kami kenakan Pasal 338 KUHP. Itu ancaman hukumannya minimal 15 tahun penjara," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko saat ditemui di Mapolrestabes Makassar.

Baca juga: Ditemukan Saksi Baru dalam Rekonstruksi Pembunuhan Taruna ATKP Makassar

Sebelumnya diberitakan, Aldama Putra Pangkolan (19) tewas dengan sekujur tubuh penuh luka lebam karena dianiaya Muhammad Rusdi di sekolah penerbangan tersebut pada Minggu (2/2/2019) malam lalu.

Aldama dianiaya hanya karena ia terlihat oleh Rusdi tidak memakai helm saat diantar ayah korban ke kampus yang terletak di Jalan Salodung, Kecamatan Biringkanaya, Makassar itu.

Aldama saat itu baru saja tiba setelah Izin Bermalam Luar (IBL) yang dilakukan setiap Sabtu dan Minggu.

Sebelum meninggal, Aldama dibawa masuk ke sebuah barak. Penganiayaan yang dilakukan Rusdi terjadi di tempat itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Regional
Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X