Eks Panglima Laskar Jihad Kerap Bawa Pedang Samurai, Ini Alasannya

Kompas.com - 19/06/2019, 17:17 WIB
Mantan panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib saat menjalani sidang pembacaan dakwaan atas kasus pengrusakan rumah warga di PN Makassar, Rabu (19/6/2019). Kompas.com/HIMAWAN Mantan panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib saat menjalani sidang pembacaan dakwaan atas kasus pengrusakan rumah warga di PN Makassar, Rabu (19/6/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Peristiwa perusakan rumah warga di Koya Barat, Jayapura, Papua, yang dilakukan mantan panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib bersama enam orang pengikutnya dilakukan dengan menggunakan benda tajam, salah satunya adalah pedang samurai.

Dalam sidang lanjutan perkaranya yang digelar di Pengadilan Negeri Makassar, dakwaan Jaksa Penuntut Umum menyebut bahwa Jafar beserta pengikutnya memiliki beberapa pedang yang tidak memiliki izin. Hal ini juga dibenarkan pengacara Jafar, Achmad Michdan.

Menurut Achmad, eks panglima Laskar Jihad membawa pedang untuk melindungi diri, bukan untuk menyerang.

"Kalau pun ada kaitannya dengan senjata tajam, itu sebetulnya bagian lain karena ustaz itu tinggal di daerah Papua yang rawan dengan OPM," kata Achmad Michdan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Eks Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib Tak Keberatan Didakwa Rusak Rumah Warga

Achmad Michdan menceritakan, Jafar Umar Thalib bersama pengikutnya pernah dicegat oknum Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan cara merobohkan pohon ke atas mobil milik Jafar.

Merasa terancam, santri-santri dari Jafar Umar Thalib mengeluarkan samurai dan senjata lainnya hingga anggota OPM tersebut lari.

Selain itu, jarak tempat tinggal Jafar Umar Thalib dengan lokasi dakwah di Provinsi Papua sangat jauh. Sehingga untuk memastikan keamanannya dari OPM, ia sellau menyimpan senjata tajam itu di mobil miliknya.

"Jadi itu senjata bukan untuk apa-apa itu untuk mengamankan diri," imbuhnya.

Terkait perusakan rumah warga yang dilakukan Jafar dengan samurai itu, Achmad Michdun berkilah bahwa pedang itu bukan untuk menyerang warga, tetapi untuk alat-alat speaker yang memperdengarkan suara keras yang dirasa Jafar mengganggu dakwahnya di masjid.

"Senjata itu dibawa untuk keamanan dirinya dan digunakan tidak untuk kepada orang yang melakukan gangguan itu, tetapi kepada alat-alatnya," pungkasnya.

Baca juga: Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Didakwa Merusak Rumah Warga dengan Samurai

Sebelumnya diberitakan, mantan panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar dalam kasus pengrusakan rumah warga di Koya Barat, Jayapura, Papua pada 27 Februari 2019 lalu yang menjadikannya sebagai terdakwa. Pemindahan ini dilakukan karena alasan faktor keamanan.

Ketua tim Jaksa Penuntut Umum Muhammad Iryan mengatakan, Jafar Umar Thalib beserta enam pengikutnya ditahan di rutan Polda Sulsel. Saat dibawa menuju ke pengadilan, ratusan anggota kepolisian turut mengawal kedatangan pendiri Pondok Pesantren Ihya’as Sunnah ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Ikan di Cianjur Mati Mendadak Diduga Akibat Aeromonas

Ratusan Ikan di Cianjur Mati Mendadak Diduga Akibat Aeromonas

Regional
Gubernur Edy: Januari 2020 Lelang Dibuka, Tender yang Benar, Jangan Ada Istilah Aneh-aneh

Gubernur Edy: Januari 2020 Lelang Dibuka, Tender yang Benar, Jangan Ada Istilah Aneh-aneh

Regional
Detik-detik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa

Detik-detik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa

Regional
Pakai Knalpot Racing, Pengendara Motor di Cianjur Ditilang

Pakai Knalpot Racing, Pengendara Motor di Cianjur Ditilang

Regional
Subuh-subuh, Seorang Pria di Bandung Pamer Kemaluan di Depan Wanita

Subuh-subuh, Seorang Pria di Bandung Pamer Kemaluan di Depan Wanita

Regional
Seorang Ibu di Ciamis Jual Ganja 1 Kilogram Per Bulan

Seorang Ibu di Ciamis Jual Ganja 1 Kilogram Per Bulan

Regional
Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Regional
Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Regional
Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Regional
Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Regional
Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Regional
Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Regional
Ini Alasan Pria Bunuh Kekasih yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Ini Alasan Pria Bunuh Kekasih yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Regional
Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Regional
Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X