Eks Panglima Laskar Jihad Jafar Umar Thalib Tak Keberatan Didakwa Rusak Rumah Warga

Kompas.com - 19/06/2019, 15:29 WIB
Mantan panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib saat menjalani sidang pembacaan dakwaan atas kasus pengrusakan rumah warga di PN Makassar, Rabu (19/6/2019).Kompas.com/HIMAWAN Mantan panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib saat menjalani sidang pembacaan dakwaan atas kasus pengrusakan rumah warga di PN Makassar, Rabu (19/6/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Mantan panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib tidak akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan setelah didakwa merusak rumah warga di Koya Barat, Jayapura, Papua, pada 27 Februari 2019 lalu.

Keputusan ini diambil setelah Jafar berkonsultasi dengan penasihat hukumnya.

Usai pembacaan dakwaan yang dibacakan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jafar sempat mempertanyakan dakwaan tim JPU. Menurutnya, dakwaan tersebut cukup memberatkan dirinya.

Namun, Jafar diberikan waktu untuk berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, Achmad Michdan.


"Kita lihat sidangnya tadi, para terdakwa pun memahami kekhilafannya, jadi mungkin ada emosi yang berlebihan," kata Ketua tim Jaksa Penuntut Umum, Muhammad Iryan saat diwawancara di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Alasan Keamanan, Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Disidang di Makassar

Sementara itu, pengacara Jafar, Achmad Michdan mengatakan, pihaknya tidak mengajukan eksepsi agar persidangan yang diikuti kliennya bisa cepat selesai. Selain itu, ia ingin segera melakukan proses pembuktian dalam agenda pemeriksaan saksi.

Achmad menyatakan bahwa pihaknya sudah memiliki saksi meringankan yang melihat Jafar Umar Thalib tidak melakukan intimidasi saat mendatangi rumah warga.

"Kita berharap setelah pembacaan dakwaan langsung ada pemeriksaan saksi karena biayanya dari saksi yang dibawa dari sana kalau bolak-balik besar," ujar Achmad.

Michdan lebih jauh mengatakan, kliennya memang melakukan perusakan, namun hanya pada speaker dan toa yang dinilainya memantulkan suara keras hingga kedengaran di masjid saat Jafar Umar Thalib sedang berceramah usai shalat subuh.

"Kalau ini masuk kasus (pasal) 170 perusakan, ini dimulai dari gangguan dia berdakwah. Jadi ini bukan perkara teroris tapi perkara sederhana. Perkara 170-nya juga terhadap benda bukan terhadap orang," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan mantan panglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar dalam kasus perusakan rumah warga di Koya Barat, Jayapura, Papua, pada 27 Februari 2019 lalu yang menjadikannya sebagai terdakwa. Pemindahan ini dilakukan karena alasan faktor keamanan.

Baca juga: Eks Panglima Laskar Jihad Indonesia Didakwa Merusak Rumah Warga dengan Samurai

Ketua tim Jaksa Penuntut Umum Muhammad Iryan mengatakan, Jafar Umar Thalib beserta enam pengikutnya ditahan di rutan Polda Sulsel. Saat dibawa menuju ke Pengadilan, ratusan anggota kepolisian turut mengawal kedatangan pendiri Pondok Pesantren Ihya’as Sunnah ini.

"Jadi ini sidang pembacaan dakwaan setelah pada minggu lalu sidang perdananya ditunda," kata Iryan saat ditemui di PN Makassar, Rabu (19/6/2019).

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Maskawin, dari Agama, Budaya, sampai Yang Unik

Maskawin, dari Agama, Budaya, sampai Yang Unik

Regional
Kontoversi Acara Floating Party, Joget dan Minum Bir di Atas Danau Toba...

Kontoversi Acara Floating Party, Joget dan Minum Bir di Atas Danau Toba...

Regional
Pangandaran Sejuk Rasa Lembang, Turis Betah Berlama-lama di Pantai

Pangandaran Sejuk Rasa Lembang, Turis Betah Berlama-lama di Pantai

Regional
Unik, Beli Hewan Ternak Cukup Bayar Uang Muka Koin Rp 100

Unik, Beli Hewan Ternak Cukup Bayar Uang Muka Koin Rp 100

Regional
Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Regional
Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Regional
Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Close Ads X