Gunung Karangetang Luncurkan Guguran Lava

Kompas.com - 18/06/2019, 14:49 WIB
Gunung Karangetang mengeluarkan asap putih tebal, Selasa (11/6/2019) lalu. Dokumen PVMBGGunung Karangetang mengeluarkan asap putih tebal, Selasa (11/6/2019) lalu.

MANADO, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, meluncurkan guguran lava, Senin (17/6/2019).

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Hendra Gunawan mengatakan, guguran lava itu terjadi pada pukul 20.22 Wita.

Ia menjelaskan, memang tiga hari yang lalu jumlah kegempaan fase banyak agak naik sedikit lebih kurang lima kejadian per hari yang berasosiasi dengan pergerakan magma disekitar kawah.


"Hal itu memungkinan mendesak magma yang sudah membeku dari sejak minggu lalu, sehingga batuan atau magma beku ini terdorong ke arah lereng dari kawah puncak. Terekam sebagai gempa guguran, bahkan terdengar bunyi gugurannya," ujarnya melalui pesan singkat saat dikonfirmasi, Selasa (18/6/2019) siang.

Baca juga: Sinar Api Keluar dari Puncak Gunung Karangetang

Menurut dia, karena sangat mungkin volume batuan yang terdorong tidak besar sehingga kejadian guguran ini tak menerus.

"Tingkat aktivitas Gunung Karangetang hingga saat ini masih pada level III atau siaga," kata dia.

Warga dan pengunjung atau wisatawan diimbau agar tidak mendekat dan beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua dan kawah utama.

Serta di area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.

Baca juga: Gunung Karangetang Keluarkan Guguran Lava dan Asap Setinggi 700 Meter

Selain itu, warga di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman hujan lahar dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X