Polisi Tangkap 11 Komplotan Begal Sadis di Makassar, 4 di Bawah Umur

Kompas.com - 17/06/2019, 16:46 WIB
Rahmat alias Enal (yang betisnya diperban) bersama 10 orang komplotan begalnya saat diamankan Tim Jatanras Polrestabes Makassar, Senin (17/6/2019). Kompas.com/HIMAWAN Rahmat alias Enal (yang betisnya diperban) bersama 10 orang komplotan begalnya saat diamankan Tim Jatanras Polrestabes Makassar, Senin (17/6/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tim unit Kejatahan dan Kekerasan (Jatanras) Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, menangkap 11 orang komplotan begal sadis antar wilayah yang kerap beraksi di wilayah Makassar hingga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. 4 dari 11 pelaku begal sadis ini masih anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, komplotan ini diotaki Rahmat alias Enal (27) warga BTN Mangga Tiga, Kecamatan Biringkanaya. Lalu joki dan eksekutor lainnya berinisia MNH (17), N (17), TW (18), AR (16).

Sementara 6 penadah yang turut diamankan ialah Kahar (24), Abidin (34), Aminuddin (29), Rahman (38), Andi Jamal (20), serta Fadil (21).

"Mereka ini sudah beraksi sejak bulan Desember 2018 lalu hingga bulan April 2019. Ada total 24 TKP mereka lakukan pencurian dengan kekerasan (curas)," ujar Indratmoko dalam konferensi persnya di Aula Polrestabes Makassar, Senin (17/6/2019.)

Baca juga: Waspada Titik Rawan Begal dan Kecelakaan di Lintas Aceh-Medan

Indratmoko mengatakan, sang otak begal, Enal tak segan-segan menyakiti korbannya jika saat merampas barang, orang yang dijambretnya itu melawan. Dengan bermodalkan parang berukuran panjang, ia menakut-nakuti korbannya.

Salah satu korbannya ialah seorang ibu yang mengalami patah tulang kaki karena terjatuh dari motor saat Enal bersama rekannya yang masih di bawah umur itu menarik tasnya di sekitar Kecamatan Mandai, Maros, beberapa waktu lalu.

"Korban patah kaki, seorang IRT. TKP-nya di Mandai, masuk wilayah Kabupaten Maros. Korban tersebut ketika kejadian itu melakukan perlawanan sehingga terjatuh. Kejadiannya malam, sasarannya handphone sama tas," jelasnya.

Baca juga: Agar Lebih Berani, Komplotan Begal Motor Pesta Miras Sebelum Beraksi

Lebih lanjut Indratmoko menambahkan, mayoritas komplotan begal ini merampas handphone korbannya. Namun tidak jarang mereka mengambil uang korban serta barang berharga lainnya.

Saat penangkapan pada Minggu (16/5/2019), kaki kanan Rahmat ditembak oleh polisi lantaran hendak melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas.

Rahmat beserta empat anak buahnya yang masih di bawah umur dikenakan pasal 365 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Sementara enam penadah barang curian Rahmat dkk dikenakan pasal 480 KUHP dengan hukuman 4 tahun penjara.

Baca juga: Polres Ngawi Amankan Komplotan Begal yang Meresahkan Warga

Namun, empat pelaku begal yang masih berusia di bawah umur, kata Indratmoko akan ditangani secara khusus.

"Karena terkait sistem peradilan anak, kita masih memperlakukan anak sebagaimana ketentuan yang diatur oleh undang-undang, sehingga perlu perlakuan khusus," ujar Indratmoko merujuk pada tersangka begal yang masih di bawah umur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X