Kereta Api Padang-Naras Mogok di Tengah Jalan, Ratusan Penumpang Terlantar

Kompas.com - 16/06/2019, 10:34 WIB
Ratusan penumpang kereta api jurusan Padang-Naras terlantar akibat kereta api mogok di tengah jalan, Minggu (16/6/2019) KOMPAS.com/PERDANA PUTRARatusan penumpang kereta api jurusan Padang-Naras terlantar akibat kereta api mogok di tengah jalan, Minggu (16/6/2019)

PADANG, KOMPAS.com - Kereta api Sibinuang jurusan Padang-Naras, Sumatera Barat, mogok di tengah jalan antara stasiun Duku dengan Lubuk Alung, Minggu (16/6/2019) pagi.

Lebih dari dua jam ratusan penumpang yang ada di atas kereta api itu telantar. Mereka kecewa dengan manajemen kereta api PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre Sumatera Barat.

"Kereta api tiba-tiba saja mogok di tengah jalan. Apa penyebabnya kami tidak tahu," ujar Rina, salah seorang penumpang kereta api, Minggu.

Rina mengatakan, dirinya bersama keluarga naik kereta api dari Stasiun Simpang Haru Padang dengan tujuan Naras, Kota Pariaman.


Akibat kereta api mogok, dia terlambat sampai ke tujuan. Padahal, dia sudah memiliki janji dengan kerabatnya di Naras, Kota Pariaman. Akibat keterlambatan itu, dirinya tidak bisa menepati janji.

"Saya kecewa, tapi mau apa lagi. Mogoknya di tengah jalan, di kawasan bekakang perumahan warga. Kami terlantar, tidak bisa apa-apa," kata Rina.

Humas PT KAI Divre Sumbar, Raditya, mengakui, kereta api Sibinuang jurusan Padang-Naras yang berangkat pukul 07.00 WIB dari Stasiun Simpang Haru Padang, mogok di tengah jalan antara stasiun Duku dengan Stasiun Lubuk Alung.

"Apa penyebab mogoknya belum tahu. Namun akan ada bantuan segera," kata Raditya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X