Kerugian akibat Banjir di Kabupaten Soppeng Capai Rp 43 Miliar

Kompas.com - 14/06/2019, 23:41 WIB
Tim BPBD Soppeng saat mengevakuasi warga yang terkena banjir di Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng sejak Minggu (9/6/2019). Dok BPBD Soppeng Tim BPBD Soppeng saat mengevakuasi warga yang terkena banjir di Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng sejak Minggu (9/6/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepala Pelaksana BPBD Soppeng Andi Haeruddin menyebut, total kerugian yang timbul akibat banjir di Kabupaten Soppeng, sejak Sabtu 8 Juni 2019 lalu mencapai Rp 43 miliar.

Tingginya kerugian ini dikarenakan bukan hanya rumah warga yang terdampak dari banjir yang sudah mulai pada tanggal 8 Juni lalu.

Haeruddin mengatakan, selama banjir yang menggenangi tujuh kecamatan di Kabupaten Soppeng, lahan sawah dan perkebunan milik warga juga ikut tergenangi.

Baca juga: Satu Kecamatan di Kabupaten Soppeng Kembali Terendam Banjir

 

Ada sekitar 2.217,42 hektar sawah yang tergenangi. Sementara untuk lahan perkebunan ada sekitar 1.368,64 hektar yang ikut tergenang.

"Kita sudah hitung bermohon ke Pak Gubernur ada sekitar Rp43 miliar (kerugian) karena ada beberapa sawah yang gagal panen," kata Haeruddin saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (14/6/2019).

Selain tanaman padi yang gagal panen, Haeruddin menyebut beberapa tanaman jagung berhektar juga gagal dipanen. Kerugian materil lainnya yang timbul akibat banjir di Soppeng putusnya jembatan yang menghubungkan dua desa.

Baca juga: Banjir di Kabupaten Soppeng, 5.937 Kepala Keluarga Terkena Dampak

Kerugian lainnya berupa akses listrik yang terpaksa terhenti saat banjir terjadi. Seperti di Kecamatan Lilirilau, tiga kabel panjang yang membentang di Sungai Walannae putus yang disebabkan oleh naiknya air di sungai tersebut.

"Kalau itu kami sudah perbaiki juga. Ada tiga kabel yang kami sambungkan dengan menggunakan perahu karet," jelasnya.

Lebih lanjut Haeruddin mengatakan, banjir di Kabupaten Soppeng, saat ini sudah mulai surut. Hanya tinggal Kecamatan Marioriawa, yang saat ini masih mengalami banjir di Kabupaten Soppeng.

Baca juga: Banjir Samarinda Mulai Surut Setelah 5 Hari Berlalu

Banjir yang terjadi di Kabupaten Soppeng, kata Haeruddin, merupakan luapan Sungai Walannae.

Imbasnya ada 5.937 kepala keluarga yang terdampak banjir di Kabupaten Soppeng. Haeruddin juga menyebut ada tiga dusun yang saat ini terputus akses jaringan listriknya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X