Banjir di Kabupaten Soppeng, 5.937 Kepala Keluarga Terkena Dampak

Kompas.com - 12/06/2019, 17:20 WIB
Ilustrasi banjirKOMPAS.com/Hendra Cipto Ilustrasi banjir

MAKASSAR, KOMPAS.com - Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Soppeng sejak Sabtu (8/6/2019) lalu membuat beberapa kecamatan di kabupaten ini terendam banjir. Setidaknya ada tujuh kecamatan yang terkena banjir akibat hujan deras. 

Tujuh kecamatan yang terkena banjir itu ialah Kecamatan Ganra, Citta, Lilirilau, Liliriaja, Donri-Donri, Marioriwawo, dan Marioriawa.

Banjir ini juga membuat tim SAR gabungan mengevakuasi 300 warga di Desa Cabenge, Kecamatan Lilirilau pada Minggu (9/6/2019) malam.


Baca juga: 400 Rumah Terendam Banjir di Wettee Kabupaten Sidrap

Kepala Laksana BPBD Soppeng Andi Haeruddin mengatakan, banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Soppeng setinggi hingga 2 meter. Namun saat ini banjir tersebut sudah mulai surut.

" Warga yang dievakuasi rata-rata diungsikan ke rumah keluarganya. Namun saat ini banjirnya sudah surut, banyak warga yang sudah mulai kembali ke rumahnya," kata Haeruddin saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (12/6/2019).

Banjir yang terjadi di Kabupaten Soppeng, kata Haeruddin, merupakan luapan Sungai Walannae. Imbasnya ada 5.937 kepala keluarga yang terdampak banjir di Kabupaten Soppeng. Haeruddin juga menyebut ada tiga dusun yang saat ini terputus akses jaringan listriknya.

Baca juga: Hujan Lebat, 3 Daerah di Sumbar Diterjang Banjir dan Longsor

Mayoritas rumah warga yang terkena banjir berada di sisi bantaran sungai. Untuk mengantisipasi rumah yang hanyut, kata Haeruddin, rumah panggung milik warga terpaksa diikat tali.

"Karena rumah-rumah di bantaran sungai itu kan tergantung. Jadi setiap kali datang air bantaran sungai itu pasti terkikis jadi rumah warga itu terancam hanyut," jelasnya.

Selain rumah dan akses jalan trans Sulawesi yang terputus, sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Belo di Kecamatan Ganra dengan Desa Lumpulle juga ikut terputus akibat aliran banjir yang cukup deras kala itu.

Namun Haeruddin mengatakan, pemerintah langsung bergerak cepat untuk memperbaiki jembatan itu. Air banjir yang juga cepat surut memudahkan pihak BPBD bersama pemerintah memperbaiki jembatan tersebut.

Baca juga: Banjir Kembali Rendam 4 Desa dan Kelurahan di Sulawesi Selatan

"Itu satu-satunya jembatan yang menghubungkan dua desa. Tapi Pak Bupati langsung turun ke lapangan hingga sampai Maghrib itu sudah bisa dilalui roda dua, hari ini sudah bisa dilalui roda empat," ungkapnya.

Saat ini pihak BPBD masih melakukan pendistribusian logistik dan air bersih kepada warga yang terkena dampak banjir. Haeruddin menyebut tidak ada korban jiwa pada banjir yang terjadi di Kabupaten Soppeng.

Sementara itu, para warga juga sudah mulai pulang ke rumahnya dan masih membersihkan sisa-sisa lumpur di rumah mereka.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X