Juli, Pemprov Jabar Mulai Program Tukar Sampah Plastik Jadi Emas

Kompas.com - 13/06/2019, 18:36 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (13/6/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (13/6/2019).


BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencanakan memulai program tukar sampah plastik jadi emas pada 12 Juli 2019.

Program kerja sama dengan PT Pegadaian Kanwil X Jabar itu rencananya akan diluncurkan di Pangandaran.

"Semua warga tukarkan sampahnya kepada bank sampah yang nanti menjadi mitra. Nanti hasil penjualan sampah dari bank sampah itu akan dikonversi jadi emas," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, usai rapat bersama PT Pegadaian Wilayah Jabar di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (13/6/2019).

Baca juga: Sampah Botol Plastik Suroboyo Bus Terkumpul 39 Ton Bernilai Rp 150 Juta


Pria yang akrab disapa Emil itu menambahkan, program itu juga akan dikerjasamakan dengan PT Plastik Energi yang merupakan perusahaan pengolah sampah menjadi energi solar.

"(PT Plastik Energi) sedang persiapan feasibility studies membangun lima lokasi pegolahan sampah plastik jadi solar," ujar Emil.

Ia menambahkan, Pangandaran dipilih jadi lokasi peluncuran untuk menandai keseriusan Pemprov Jabar menangani sampah plastik di laut.

Emil ingin program itu bisa jadi mengubah citra negarif Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang sampah terbesar ke laut.

"Pangandaran karena sampah plastiknya mengemuka di laut Pangandaran. Saya tekankan supaya Indonesia sebagai negara pemroduksi sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia setelah China ini bisa jauh berkurang dengan semangat dari Jabar," tambah dia.

Selain itu, ia berharap program itu bisa mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini menganggap sampah tak punya nilai ekonomi.

Ia menyebut, tiap penyetor sampah bisa mendapatkan uang sekitar Rp 1,5-2 juta atau setara tiga gram emas per tahun.

"Mudah-mudahan dengan begini tidak ada lagi masyarakat Jabar yang melihat bahwa sampah itu tidak ada nilai ekonominya. Emas ini kuat terhadap inflasi, kalau tabungan bentuknya rupiah istilahnya tahun ini beli jeruk tiga, tahun depan cuma dapat dua. Kalau emas akan mengikuti fluktuasi inflasi," tutur Emil.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Regional
Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X